Belajar Cerdas, Belajar Berbasiskan Otak

oleh
oleh

Cerdas dengan Makanan

Semua makanan yang baik buat otak itu kita sebut “brain booster”, pengungkit otak. Semua makanan yang merusak otak kita sebut “brain buster”, penghancur otak. Sebelum masuk ke jenis makanan yang dimaksud dan membicarakan pengaruh makanan pada otak, mari kita berkenalan dulu dengan neurotransmitter dan peranannya dalam faal sel-sel otak.

Aktor yang paling berperan dalam “film” otak yakni, neuron. Satu neuron, besarnya satu per seratus ukuran titik di ujung kalimat memiliki puluhan ribu cabang di ujungnya. Cabang-cabang itu disebut dendrite (bahasa Yunani, “pohon”). Dendrit menerima impuls listrik dari neuron yang lain dan mengirimkannya melalui serat panjang yang disebut akson.

Akson dikelilingi oleh mielin. Mielin meningkatkan kecepatan transmisi impuls dan mengalirkan impuls listrik dari badan sel ke ujung akson. Pada ujung akson yang membentuk sinapsis, impuls itu berhenti. Pekerjaan selesai.

Pekerjaan selanjutnya dilakukan oleh molekul kimia yang meloncat menyeberangi celah sinapsis untuk diterima oleh penerima khusus pada neuron berikutnya. Molekul-molekul kimia itu disebut neurotransmitter.

Neurotransmitter yang menyampaikan pikiran dan perasaan kita ke seluruh jaringan saraf, mengubah-ubah kita setiap mikrodetik. Inilah esensi memori, kecerdasan, kreativitas, dan mood.

Neurotransmiter memiliki jenis dan fungsi yang berbeda, contohnya norepinephrin (noradrenalin) berfungsi sebagai printer yang merekam informasi dalam memori jangka panjang dan membantu mengembangkan sinapsis baru yang berhubungan dengan memori, Endorphin berfungsi sebagai penenang dan penghilang rasa, Serotonin berfungsi memberikan efek rileks dan tenang, dll

Serotonin seperti yang disebutkan diatas adalah salah satu jenis neurotransmiter yang mengatur kerja otak. Jika serotonin di otak Anda menurun, Anda akan mengalami depresi. Agar Anda riang kembali, tingkatkan serotonin Anda. Caranya: makan makanan yang meningkatkan serotonin seperti cokelat, minyak ikan, vitamin B6, disamping berolahraga dan latihan-latihan fisik lainnya.

Ikan dan minyak ikan adalah makanan yang baik bagi perkembangan otak karena mengandung omega-3. Omega-3 disebut juga sebagai asam lemak esensial, karena orang jika ingin tetap sehat maka harus mengkonsumsinya.

Omega-3 juga terdapat dalam daging rusa, daging kerbau, minyak canola, minyak zaitun, dan sayuran hijau atau dari hasil kerja tubuh mengolah sebagian asam lemak dari kacang, sayuran dan daging yang tidak berlemak.

Selain omega-3, otak juga membutuhkan omega-6 yang diperoleh dari jagung, kedelai, sereal, telur, kebanyakan minyak goreng dan makanan cepat saji. Perbandingan yang ideal antara omega-3 dan omega-6 adalah 1 : 1. Namun pada makanan modern, perbandingan itu sudah sampai pada tingkat yang menakutkan 50 : 1.