Jika kita ingin tubuh yang sehat maka berkonsultasi dengan dokter. Agar hatinya bersih dan akhlaknya indah kita bertanya kepada para ulama atau tokoh agama. Agar otak cerdas, kita berbicara dengan para guru. Sayang sekali, bila dokter mengerti betul tentang tubuh manusia, ulama paham sekali masalah hati, guru sama sekali tidak mengerti otak. Selama ini, otak –organ yang berpikir, merasa, dan belajar- tidak pernah dipertimbangkan oleh para pendidik kata Kang Jalal. Inilah yang menjadi alasan utama lahirnya buku ini.
Otak Anda yang Menakjubkan
Jika ginjal Anda rusak, Anda dapat menggantinya dengan menanamkan ginjal orang lain pada tubuh Anda dan Anda masih tetap Anda yang dahulu. Karena ginjalnya Anda beli di India, mungkin tubuh Anda mendadak berbulu subur; tetapi Anda tidak akan serta merta berbicara dalam bahasa Inggris dengan aksen India, apalagi fasih berbahasa Hindi dan Urdu.
Jika jantung orang Cina ditransplantasikan ke dalam dada Anda, bisa jadi Anda merasa lega. Dada Anda tidak sakit lagi dan napas Anda pun tidak sesak lagi. Tetapi Anda tidak akan tiba-tiba menyapa saya “Ni haw ma?” dengan intonasi yang benar. Anda masih tetap Anda yang dahulu, sebelum operasi jantung.
Sekiranya otak Anda rusak dan dicangkokkan otak Rocky Gerung di bawah batok kepala Anda maka Anda menjadi Rocky Gerung. Pikiran dan semua hal yang mencirikan Rocky Gerung selain fisik telah ada dalam diri Anda. Anda menjadi Rocky Gerung. Transplantasi otak telah mengubah diri Anda.
Otak adalah salah satu keajaiban dunia. Dari berbagai fungsinya yang telah menciptakan peradaban ternyata pemanfaatan kecerdasan otak masih belum maksimal bahkan masih ada mitos-mitos tentang otak yang bertahan di masyarakat.
Pertama, menganggap bahwa kecerdasan adalah turunan dari orang tua (genetik). Artinya kecerdasan seseorang ditentukan dari seberapa cerdas orang tuanya padahal kecerdasan itu ditentukan dari banyaknya koneksi antar neuron karena proses pengayaan dan pengaruh lingkungan.
Kedua, Usia merusak otak. Padahal berdasarkan penelitian para ahli, yang menyebabkan rusaknya otak adalah radikal bebas dan ketiadaan rangsangan secara berkala (tidak pernah dioptimalkan dengan proses belajar sepanjang waktu). Otak bekerja berdasarkan prinsip ‘Use itu or lose it’. Otak seperti otot, semakin dilatih maka semakin berkembang.










