Bone Siapkan Gau Maraja 2026, Kementerian Kebudayaan Dukung Museum dan Bola Soba

oleh
oleh
Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Heri Budi Santoso

MANDARNESIA.COM, Jakarta — Kementerian Kebudayaan bersama Pemerintah Kabupaten Bone memperkuat sinergi pemajuan kebudayaan melalui pengembangan museum, taman budaya, hingga agenda budaya “Gau Maraja” yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Bone dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, Pemkab Bone memaparkan sejumlah program pengembangan warisan budaya daerah, termasuk penguatan Museum La Pawawoi dan Museum Arajangnge yang menyimpan pusaka kerajaan Bone. Pemerintah daerah juga menyampaikan rencana pembangunan Museum Agraris serta pembangunan kembali “Bola Soba” atau istana raja Bone yang pernah terbakar.

Rencananya, pembangunan Bola Soba akan dialihkan ke lokasi baru di atas lahan sekitar tiga hektare yang akan dikembangkan menjadi taman budaya dan pusat kegiatan seni masyarakat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pemajuan kebudayaan di Bone, termasuk melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bagi museum dan taman budaya yang telah terstandarisasi.

“Museum harus menjadi etalase budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan, tetapi juga menarik dan dapat menjadi sumber pendapatan daerah,” ujar Fadli Zon.

Selain DAK nonfisik, Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan skema pendanaan Dana IndonesiaRaya yang dapat diakses komunitas budaya, sanggar, maupun individu melalui mekanisme proposal.

Program tersebut nantinya akan disosialisasikan kepada komunitas budaya di Bone melalui Balai Pelestarian Kebudayaan setempat.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasludin turut memaparkan rencana pelaksanaan “Gau Maraja” 2026 yang mengusung tema “Simfoni Lumbung: Merayakan Pangan dan Budaya.”

Agenda budaya tersebut dirancang berlangsung selama enam hari di berbagai lokasi di Kabupaten Bone mulai 24 September 2026, bertepatan dengan musim panen.

Kegiatan itu akan menghadirkan sejumlah agenda budaya dan sejarah, seperti pemecahan rekor MURI storytelling sejarah selama dua hari dua malam, pameran benda pusaka, hingga pameran pertanian agraris yang menampilkan perkembangan alat pertanian dari tradisional hingga modern.

Selain pengembangan kebudayaan, pertemuan tersebut juga membahas proses pengusulan pahlawan nasional bagi La Pawawoi Karaeng Sigeri yang saat ini tengah diproses oleh Pemerintah Kabupaten Bone.

Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi pemajuan kebudayaan berbasis potensi lokal dan berdampak bagi masyarakat luas. (SP-Kemenbud/WM)