MANDARNESIA.COM, Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan Sapta Nirwandar untuk membahas pengembangan kebudayaan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan olahraga.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (13/4/2026), membahas berbagai upaya penguatan sektor budaya dari hulu hingga hilir.
Dalam diskusi yang berlangsung, disepakati bahwa pengembangan sektor budaya tidak hanya berfokus pada seni dan pariwisata, tetapi juga dapat diperluas ke konsep sport tourism hingga kolaborasi internasional.
Menbud Fadli Zon menyampaikan pentingnya komunikasi bersama dengan berbagai pihak karena adanya kegiatan yang saling beririsan antara kebudayan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pengembangan pariwisata budaya merupakan salah satu fokus utama yang terus diperkuat, termasuk pengelolaan kawasan bersejarah seperti keraton dan istana yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Kita bekerja di hulu, tengah, sampai hilir. Seharusnya pariwisata yang melewati kita. Karena itu, kita ingin membenahi berbagai potensi budaya, termasuk keraton dan istana di seluruh Indonesia,” jelas Menbud.
Selain itu, Fadli Zon menyoroti pentingnya pemanfaatan Intellectual Property (IP) dalam pengelolaan dan komersialisasi warisan budaya, dengan tetap menjaga nilai autentisitas dan etika pelestarian.
Menurutnya, pengembangan produk turunan budaya seperti cenderamata berkualitas tinggi dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas akses publik terhadap warisan budaya.
“Kalau kita bisa mengembangkan produk-produk turunan budaya dengan kualitas tinggi, ini bukan sekadar souvenir biasa, tetapi direproduksi secara profesional dengan melibatkan perajin lokal, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas akses public terhadap warisan budaya,” lanjut Menbud.
Dalam kesempatan yang sama, Sapta Nirwandar juga menyampaikan gagasan kolaborasi internasional berbasis kesamaan budaya, termasuk pengembangan produk berbahan bambu sebagai bagian dari industri kreatif.
Ia menilai bambu memiliki potensi besar sebagai bahan baku berbagai produk inovatif, mulai dari alat musik hingga furnitur dan produk fungsional lainnya.
Diskusi juga mencakup pengembangan pariwisata berbasis budaya dan keagamaan melalui pemanfaatan destinasi seperti:
- Candi Borobudur
- Candi Prambanan
Serta penguatan pariwisata berbasis olahraga melalui kegiatan seperti:
- Tour de Singkarak
- Borobudur Marathon
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan, antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, serta Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual I Made Dharma Suteja.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan diskusi dan koordinasi secara intensif guna merumuskan langkah strategis dalam pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya. (SP-Kemenbud/WM)










