MANDARNESIA.COM, Jakarta — Menjelang ajang penghargaan budaya nasional, Pradana Nitya Budaya 2026, pemerintah pusat mendorong sinergi kuat dengan daerah untuk mempercepat revitalisasi anjungan budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Dorongan ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam diskusi strategis bersama pengelola TMII, PT Bhumi Visatanda Indonesia, di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Anjungan Daerah Jadi Etalase Budaya Nasional
Menurut Fadli Zon, anjungan daerah di TMII harus diperkuat sebagai etalase budaya nasional yang merepresentasikan kekayaan tiap provinsi.
“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar anjungan tidak hanya tampil secara fisik, tetapi juga hidup sebagai ruang ekspresi budaya yang aktif,” ujarnya.
Ia menilai, penghargaan Pradana Nitya Budaya bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen strategis untuk mendorong peningkatan kualitas tata kelola anjungan.
Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan, mulai dari kualitas SDM, pelayanan, program budaya, hingga pengelolaan fasilitas.
Reformulasi Pembiayaan Museum dan Program IndonesiaRaya
Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga tengah merancang kebijakan baru terkait pembiayaan museum agar lebih berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret adalah program bantuan budaya “IndonesiaRaya” yang ditujukan untuk mendukung kegiatan berbasis komunitas.
Program ini difokuskan pada:
- Penguatan ruang publik budaya
- Program berkelanjutan (bukan operasional rutin)
- Pengajuan berbasis proposal terstruktur
“Kami ingin memastikan program budaya yang lahir memiliki dampak luas dan berkesinambungan,” kata Fadli.
Aktivasi Budaya Besar-Besaran di TMII
Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia, Ratri Paramita, mengungkapkan bahwa berbagai program aktivasi budaya telah digelar sejak Maret hingga April 2026.
Beberapa agenda yang disiapkan antara lain:
- Pertunjukan tari dari 34 provinsi
- Instalasi seni dan video mapping
- Program tiket gratis ICP Nusantara
- Pertunjukan kecak dan musik tradisional
- Program tematik “Experience Bali in a Day”
Tak hanya itu, kolaborasi juga dilakukan dengan Sarinah untuk mendorong promosi UMKM daerah.
Menuju Ekosistem Budaya Berkelanjutan
Penghargaan Pradana Nitya Budaya yang akan digelar pada 1 Mei 2026 diharapkan menjadi motor penggerak ekosistem budaya nasional, khususnya di tingkat daerah.
Pemerintah juga merancang penguatan jangka panjang melalui pengembangan SDM, termasuk rencana pembukaan program pascasarjana seni dan budaya di kawasan TMII.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan budaya berbasis pengetahuan dan riset. (SP-Kemenbud/WM)











