Kemenpar Tancap Gas, Ini Program Prioritas Kemenpar 2026

oleh
oleh
Dokumen: Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata
Dokumen: Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata

Ambisi besar dipasang pemerintah untuk sektor pariwisata 2026. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) langsung tancap gas dengan target 17,6 juta wisatawan mancanegara, didorong strategi besar mulai dari penguatan desa wisata, event kelas dunia, hingga transformasi digital Tourism 5.0.

 

MANDARNESIA.COM, Jakarta — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah program prioritas ambisius pada tahun anggaran 2026, mulai dari penguatan desa wisata, penyelenggaraan event kelas dunia, hingga transformasi digital melalui Tourism 5.0 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis pariwisata.

Program ini dipaparkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, yang juga menyoroti percepatan realisasi anggaran serta strategi menghadapi dinamika pasar wisata global.

Realisasi Anggaran Lampaui Tahun Lalu

Hingga 30 Maret 2026, realisasi anggaran Kemenpar tercatat mencapai Rp334,5 miliar atau 22,78 persen dari pagu yang dapat digunakan sebesar Rp1,46 triliun. Angka ini melampaui capaian periode yang sama pada 2025.

Kontribusi terbesar berasal dari satuan kerja pusat dan politeknik pariwisata, yang menunjukkan percepatan pelaksanaan program di awal tahun.

Lima Program Unggulan Pariwisata 2026

Kemenpar menetapkan lima program unggulan yang menjadi tulang punggung pembangunan pariwisata nasional:

1. Peningkatan Keselamatan Berwisata
Fokus pada pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata, edukasi wisatawan, hingga pemetaan destinasi rawan bencana.

2. Penguatan Desa Wisata
Pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata melalui pendampingan, sertifikasi, serta integrasi ekonomi lokal berbasis masyarakat.

3. Pariwisata Berkualitas
Pengembangan wisata minat khusus seperti gastronomi, wellness, marine, hingga seni dan desain untuk menarik wisatawan berdaya beli tinggi.

4. Event by Indonesia
Penyelenggaraan event unggulan seperti Karisma Event Nusantara (KEN) dan event internasional untuk meningkatkan citra global Indonesia.

5. Tourism 5.0
Digitalisasi sektor pariwisata melalui platform terpadu dan integrasi data untuk meningkatkan efektivitas promosi dan layanan wisata.

Target Besar: 17,6 Juta Wisman

Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 16 hingga 17,6 juta pada 2026. Untuk mencapainya, pemerintah melakukan penyesuaian strategi pasar.

Fokus promosi kini bergeser ke pasar short-haul dan medium-haul seperti Asia Tenggara dan Asia Timur, seiring penurunan potensi wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah.

Selain itu, strategi diperkuat melalui:

  • Kampanye digital masif
  • Optimalisasi penerbangan langsung non-Timur Tengah
  • Penguatan event lintas batas (cross-border)

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

Event dan MICE Dorong Perputaran Ekonomi

Pada sektor event, Kemenpar menargetkan:

  • 125 event nasional (KEN)
  • Pergerakan wisatawan nusantara hingga 13,75 juta orang
  • Dampak ekonomi mencapai Rp21,57 triliun

Sementara sektor MICE diproyeksikan menarik delegasi dari 30–100 negara dengan potensi transaksi ratusan miliar rupiah.

Sejumlah event yang telah berjalan pada awal 2026 bahkan telah mencatat perputaran ekonomi signifikan hingga ratusan miliar rupiah di berbagai daerah.

SDM dan Vokasi Jadi Kunci

Kemenpar juga menekankan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi di politeknik pariwisata, dengan target menyiapkan sekitar 11.700 tenaga kerja pariwisata.

Selain itu, pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi terus diperluas untuk meningkatkan daya saing pelaku industri dan masyarakat di destinasi wisata.

Dengan kombinasi penguatan desa wisata, event global, digitalisasi, dan peningkatan SDM, Kemenpar optimistis sektor pariwisata akan tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional pada 2026, meski menghadapi tantangan geopolitik dan perubahan tren wisata global. (SP-Kemenpar/WM)