MANDARNESIA.COM, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya peran strategis Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan dalam Dies Natalis Hari BPD ke-27 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kementerian dan lembaga, pengurus pusat serta daerah PABPDSI, hingga perwakilan BPD dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, BGN diwakili Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN, Nurjaeni.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, menegaskan desa merupakan pusat pembangunan nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Program Makan Bergizi Gratis di desa harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat desa. BPD memiliki posisi strategis dalam memastikan program berjalan baik, memberdayakan ekonomi lokal, serta memperkuat ketahanan sosial dan pembangunan desa secara berkelanjutan,” ujar Yandri.
Sementara itu, Badan Narkotika Nasional melalui Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, menyampaikan dukungannya terhadap Program MBG sebagai bagian penting dalam pembangunan generasi muda yang sehat dan bebas dari ancaman narkotika.
“Pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak dan generasi muda merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan bangsa. Generasi yang sehat dan kuat akan lebih mampu terhindar dari ancaman penyalahgunaan narkotika serta berbagai persoalan sosial lainnya,” kata Tantan.
Dalam arahannya, Nurjaeni menegaskan desa memiliki posisi sangat strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi desa, penguatan ketahanan pangan, pembangunan lingkungan berkelanjutan, dan investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
BGN juga menekankan lima prioritas utama peran BPD dalam mendukung pelaksanaan Program MBG di desa, yakni:
- Mengawasi layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar berjalan higienis, aman pangan, tepat sasaran, dan akuntabel.
- Mengawal rantai pasok berbasis pangan lokal desa dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi desa.
- Mengelola limbah dan sisa pangan secara berkelanjutan melalui pengolahan sampah organik, bank sampah, dan ekonomi sirkular desa.
- Mengembangkan ekosistem energi pendukung SPPG melalui pemanfaatan energi terbarukan seperti biogas dan panel surya.
- Mengedukasi masyarakat desa mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi untuk membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Nurjaeni, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah desa, BPD, koperasi desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan Program MBG secara nasional.
“Desa harus menjadi pusat lahirnya generasi sehat Indonesia. Karena pembangunan Indonesia Emas 2045 dimulai dari desa yang sehat, produktif, mandiri, dan berdaya saing,” tambahnya.
Melalui Dies Natalis Hari BPD ke-27 Tahun 2026, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara BGN dan BPD seluruh Indonesia dalam mendukung pelaksanaan program-program strategis nasional di desa. (SIPER BGN/WM)










