MANDARNESIA.COM, Polewali — Di tengah persoalan sampah, solusi berbasis inovasi mulai didorong di Polewali Mandar. Sampah tak lagi sekadar limbah, tetapi berpotensi menjadi sumber energi bagi warga.
Ratih Megasari Singkarru, M.Sc membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Sumber Energi di Ballroom Hotel Ratih Polewali, Senin (13/4/2026).
Anggota Komisi X DPR RI dari Partai NasDem itu membawa program ini melalui kemitraan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai langkah konkret menjawab persoalan lingkungan yang kian mendesak.
“Sampah masih menjadi beban. TPA kita penuh, metode gali-timbun tidak menyelesaikan masalah,” kata Ratih.
Ia menekankan, pendekatan baru diperlukan bukan sekadar membuang, tetapi mengolah. Sampah plastik, kata dia, bisa diubah menjadi biomassa hingga energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga.
“Ini bukan lagi wacana. Sampah bisa jadi energi,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Ratih menyiapkan program percontohan di dua kecamatan dengan timbulan sampah tertinggi: Polewali dan Wonomulyo.
Melalui kerja sama dengan BRIN, akan dihadirkan teknologi pengolahan sampah organik menjadi biogas. Satu unit alat diproyeksikan mampu menyuplai energi untuk 10 hingga 20 rumah.
“Kita mulai dari rumah. Pilah sampah, olah, lalu hasilnya kembali ke masyarakat dalam bentuk energi,” ujarnya.
Ratih juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Sampah akan tetap jadi sampah kalau kita memperlakukannya demikian. Tapi ia bernilai jika kita mengelolanya,” katanya.
Sementara itu, narasumber dari BRIN, Sarkiwan, menyebut persoalan sampah sebagai isu global yang belum tertangani optimal, termasuk di Indonesia.
“Tahun 2024, total sampah nasional sekitar 33 juta ton per tahun. Sebagian besar belum dipilah dan langsung masuk ke TPA,” jelasnya.
Data nasional menunjukkan, timbulan sampah harian mencapai sekitar 76 ribu ton, didominasi sampah rumah tangga. Mayoritas berupa sisa makanan, disusul sampah pasar dan aktivitas perniagaan.
Di Polewali Mandar, upaya mengubah sampah menjadi energi kini mulai diarahkan dari hulu, dari rumah tangga. Sebuah langkah kecil yang ditargetkan memberi dampak besar. (WM)











