Suara Mahasiswa UNM Perihal Polemik KKN

Laporan: Muh. Yusri

POLEWALI, mandarnesia.com—Sengkarut soal KKN Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mengundang reaksi dari mahasiswa UNM yang akan ber-KKN di daerah.

Muhammad Fadel adalah mahasiswa UNM semester 7 yang sedang menunggu jadwal KKN PPL Domisili dari kampusnya. Fadel khawatir penundaan itu berimbas kepada dirinya. Melalui WhatsApp dia mengirimkan tanggapan tertulisnya kepada mandarnesia.com.

Mengenai Masalah Penolakan KKN UNM di Polman

Menurut saya (Muhammad Fadel red), suatu kebijakan yang harus ditinjau kembali dari pihak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, disebabkan program KKN ini sudah melewatu sub item pokok dalam prosesi KKN, yakni seminar desa yang disaksikan baik unsur mahasiswa, tokoh masyarakat bahkan pemerintah setempat.

Rancangan program yang akan dilakukan oleh mahasiswa (i) KKN tematik UNM, berlandaskan pada undang undang Kemendikbud tentang Merdeka Belajar, Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Salah satu poinnya yakni pengabdiankepada masyarakat.

Prasyarat untuk melakukan KKN harus melakukan vaksinasi, dalam pencegahan penyebaran covid kita pun sudah menjadi kewajiban kami selaku mahasiswa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam konteks pendidikan.

Namun jika penundaan ini karena pemberlakuan PPKM di wilayah Kabupaten Polman perlu diapresiasi. Bila memang benar namun pihak pemerintah kabupaten harus jeli melihat dan mempertimbangkan waktu penundaanya sampai kapan. Sebab yang dikhawatirkan jangan sampai melewati kalender akademik yang sudah diprogram oleh mahasiswa KKN dan mempertimbangkan nasib mahasiswa UNM berasal dari Polman yang akan KKN domisili. Jangan memberikan imbas yang merugikan.

Sebaiknya pihak pemerintah melakukan komunikasi lebih intens dengan pihak kampus.

Saya secara pribadi mengharap dengan sangat, pengambilan kebijakan jangan berbau politis, tidak mencederai marwah pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan di negara kita ini. Semoga saja ada titik temu yang dilahirkan setelah audiens dari pihak penyelenggara pendidikan dan pihak pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

Saya selaku mahasiswa UNM yang berasal dari Polman dan sekaligus masyarakat Polman meminta kepada Bupati Polewali Mandar agar dapat menyelesaikan masalah ini secara visioner, dan tetap memerhatikan kaidah akademik, sebelum merugikan mahasiswa Polman yang juga akan melakukan KKN bulan depan.

Jika tidak diindahkan kawan-kawan siap bersama saya mengawal persoalan ini, kami ingin audiens langsung pada Bupati dan Rektor UNM agar problem ini segera selesai tanpa pengembangan opini yang berbau politis lagi.

Muhammad Fadel tidak masuk dalam daftar peserta KKN yang ditunda oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. “Saya menunggu jadwal pemberangkatan untuk KKN PPL terpadu.” Tulis Fadel melalui pesan WahtsApp kepada mandarnesia.com.

Muhammad Fadel akan melakukan KKN PPL domisili, saat ditanya akan KKN PPL di mana Fadel menjawab, “Di daerah pak karena anjuran kebijakan situasi pandemi harus KKN domisili dan bersiap melakukan aktualisasi secara virtual pak,” sebut Fadel.

UNM memiliki program KKN PPL Domisi seperti yang akan ditempuh Muhammad Fadel, artinya kembali ke daerah masing-,masing untuk ber-KKN.

Muhammad Fadel sangat berharap pernyataannya ini dibaca oleh pengambil kebijakan. “Terima kasih sebelumnya. Mohon maaf bila saya lancang membangun komunikasi. Tabeq, upattungan mi rannu u diolo mala’biq ta pak,” sebut Fadel.