Porprov IV, Pemkab Mamuju Diminta Bersikap

oleh

Laporan: Redaksi

MANDARNESIA.COM, Mamuju — Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Hamzih memimpin rapat bersama tim Tecnical Delegete (TD) dalam rangka membahas kesiapan Porprov IV yang akan dilaksanakan di Kabupaten Mamuju.

Rapat digelar di Warkop Pua Kaco Jalan Martadinata, Kabupaten Mamuju. Muhammad Hamzih selaku Ketua Tim Delegate Sulbar menyempaikan, sekiranya Kabupaten Mamuju tidak siap menjadi tuan rumah di ajang Porprov IV Sulbar, maka KONI Sulbar harus segera mengambil sikap.

“Kita minta kepada KONI untuk segera mengambil sikap dengan tiga pilihan, yaitu Porprov IV diundur dari sebelumnya 5 sampai 12 Desember bergeser ke minggu ketiga Desember, yang kedua ajang Porprov akan menggabungkan dua kabupaten yaitu Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju.

Serta Porprov IV bisa saja diundur tahun depan, dengan mempertimbangkan segala hal, termasuk penganggaran dan aturan-aturan yang ada.

Pemerintah dalam hal ini Gubernur akan memberikan kesempatan kepada KONI untuk memutuskan apa saja yang akan dilakukan terhadap pelaksanaan Porprov nantinya, hal itu telah tertuang dalam undang-undang, dimana Pemerintah merupakan sportir yang tidak bisa masuk dalam wilayah eksekutif.

“Yang paling penting kami sampaikan kepada publik dan teman-teman sekalian bawa sampai hari ini pelaksanaan kesiapan Porprov memang mengalami kendala, karena hampir seluruh kunjungan kita ke TKP dan melihat venue belum ada yang sempurna,” Beber Hamzih.

Pantauannya bersama tim deleget di 24 cabor, melaporkan segala fasilitas olahraga yang akan dipertandingkan di TKP dinilai tidak siap, termasuk stadion yang tadinya akan selesai pada 20 Desember, hingga saat ini pembangunan tersebut tidak dapat diselesaikan. Namun diprediksi selesai pada Januari atau Februari tahun mendatang.

Berdasarkan hasil pertemuan beberapa waktu lalu bersama Ketua KONI Sulbar, Ali Baal Masdar dan Andi Ibrahim Masdar, Polman menyatakan siap menjadi salah satu pelaksana kegiatan Porprov IV mendatang.

Namun semua itu tergantung dari keputusan Ketua KONI Sulbar yang tentunya disinkronkan dengan penilaian Pj. Gubernur itu sendiri.

“Saya berharap Kabupaten Mamuju harus berani menyatakan siap atau tidak sebagai tuan rumah, karena untuk saat ini Kabupaten Mamuju dari segi fasilitas dan kesiapan olahraga masih minim. Maka dari itu hal ini harus dipastikan kalau memang tidak siap bilang atau kalau memang siap dia bilang siap itu saja,” tegasnya.