Perpusip Sulbar Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal, Dorong Lahirnya Penulis Daerah

oleh
oleh

Upaya melestarikan budaya lokal kini tak lagi hanya lewat tradisi lisan. Di Mamuju, puluhan peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) kepenulisan yang digelar Perpusip Sulbar, dengan satu tujuan besar: mengabadikan identitas daerah dalam karya tulis yang bisa diwariskan lintas generasi.

Laporan: Busriadi (Peserta Bimtek)

MANDARNESIA.COM, Mamuju – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal sebagai upaya melestarikan identitas daerah melalui karya tulis.

Kegiatan yang berlangsung di Mamuju ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai latar belakang. Sebanyak 30 peserta hadir secara langsung di aula Perpusip Sulbar, sementara 30 lainnya mengikuti secara daring.

Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menegaskan bahwa membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun kapasitas literasi.

“Begitu juga kita tidak akan mampu menulis kalau kita tidak mempunyai referensi dari hasil membaca,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menekankan bahwa kemampuan menulis menjadi bentuk implementasi dari pengetahuan yang diperoleh melalui membaca, sekaligus sarana untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Fokus Dokumentasi Budaya Lokal

Bimtek ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang literasi dan kebudayaan, yakni Adi Arwan Alimin, Mira Pasolong, dan Bustan Basir Maras.

Para peserta akan mengikuti pendampingan intensif dalam tiga sesi, yakni pada 27 April, 30 April, hingga 4 Mei 2026.

Mustari juga mengungkapkan bahwa literatur tentang budaya lokal Sulawesi Barat masih sangat terbatas di perpustakaan. Beberapa tema yang sudah terdokumentasi antara lain arsitektur Kalumpang, kain sutra Mandar (Saqbeq), dan epos I Manyambungi.

“Masih banyak yang perlu ditulis tentang Sulawesi Barat ini. Oleh karena itu, kami berharap dari 60 peserta ini akan lahir sebuah buku antologi luar biasa yang mengangkat konten budaya di daerah kita,” tambahnya.

Membangun Penulis sebagai Penjaga Budaya

Melalui kegiatan ini, Perpusip Sulbar berkomitmen mendorong lahirnya penulis-penulis lokal yang tidak hanya produktif, tetapi juga berperan sebagai penjaga warisan budaya.

Bimtek kepenulisan berbasis budaya lokal ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendokumentasikan kekayaan tradisi Sulawesi Barat agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (/*)