HUT ke-16 KWMSB bukan sekadar perayaan—ini momentum menegaskan identitas orang Mandar: jujur, solid, dan siap ekspansi ke seluruh Indonesia.
MANDARNESIA.com, Jakarta — Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal dan peringatan Hari Kartini. Momentum ini tidak hanya mempererat silaturahmi warga Mandar di perantauan, tetapi juga menegaskan komitmen organisasi dalam menjunjung nilai kejujuran serta memperluas jaringan kepengurusan di seluruh Indonesia.
Nuansa Budaya Mandar Warnai Perayaan
Perayaan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan nuansa budaya Mandar yang kental. Para tamu undangan disambut dengan penampilan Tari Lipa’ Sa’be, tarian tradisional menggunakan sarung sutra khas Mandar yang melambangkan keanggunan dan kehormatan.
Ketua KWMSB, Dr. Asriariaty Alda Zain, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan 16 tahun organisasi merupakan hasil dari dedikasi bersama.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan KKMSB adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan kita semua. Kami menyampaikan terima kasih kepada para pendiri, penasehat, pembina, serta seluruh pengurus,” ujarnya.
Perluasan Organisasi ke Berbagai Wilayah
KWMSB terus memperkuat eksistensinya dengan membentuk kepengurusan di sejumlah daerah strategis, di antaranya Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kendari beserta cabangnya.
Dalam waktu dekat, organisasi juga akan mengukuhkan kepengurusan baru di Palu (Sulawesi Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Banten sebagai bagian dari ekspansi nasional.
Pesan Kejujuran Jadi Sorotan Utama
Ketua BPP KKMSB, Muhammad Zain, menekankan pentingnya integritas sebagai identitas orang Mandar.
Ia mengajak seluruh warga meneladani sosok Baharuddin Lopa sebagai simbol kejujuran dan keteguhan dalam menegakkan kebenaran.
“Warga Mandar harus tetap menanamkan nilai kejujuran. Baharuddin Lopa adalah teladan nyata bagaimana kita menegakkan kebenaran dengan integritas,” tegasnya.
Dihadiri Tokoh Nasional Berdarah Mandar
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional berdarah Mandar, di antaranya penyanyi dangdut Cici Paramida dan aktor-musisi Aryo Wahab.
Kehadiran mereka menjadi simbol kebanggaan sekaligus dukungan terhadap eksistensi budaya Mandar di tingkat nasional.
Perayaan HUT ke-16 KWMSB ditutup dengan ramah tamah yang mempererat ikatan kekeluargaan warga Sulawesi Barat di perantauan, sekaligus memperkuat komitmen menjaga nilai budaya dan integritas di tengah dinamika kehidupan nasional. (Rls/WM)









