,

Menjaga Penyu, Mendidik Generasi: Kisah dari Pesisir Desa Lapeo dan Laliko

oleh
oleh

Di tengah sunyi malam, penyu-penyu naik ke pantai untuk bertelur, ritual purba yang nyaris tak berubah selama ribuan tahun. Namun di pagi hari, pemandangan berbeda muncul di pesisir Polewali Mandar: anak-anak berkumpul, belajar bagaimana menjaga kehidupan yang baru saja dititipkan di pasir.

Oleh Putra Ardiansyah
Pencerita Mandarnesia | Laut Biru Indonesia

MUSIM bertelur penyu di pesisir Polewali Mandar selalu dimulai dengan pola yang hampir sama setiap tahunnya, bulan April menjadi penanda awal. Fenomena ini bukan sekadar siklus alam biasa, tetapi bagian dari ritme biologis spesies penyu yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Pada periode ini, induk penyu naik ke pantai untuk meletakkan telur, menjadikan kawasan pesisir seperti Lapeo dan Laliko sebagai habitat yang sangat krusial dalam siklus hidup mereka.

Di tengah momentum ekologis ini, kami bersama tim Laut Biru memusatkan perhatian pada upaya konservasi penyu. Aktivitas yang dilakukan tidak hanya terbatas pada patroli lapangan untuk mengamankan sarang dan meminimalisir ancaman, tetapi juga mencakup pendekatan berbasis edukasi. Pendekatan ini menjadi penting karena ancaman terhadap penyu tidak hanya berasal dari faktor alami, melainkan juga dari aktivitas manusia yang sering kali berakar dari kurangnya pengetahuan dan kesadaran.

Salah satu strategi yang kami kembangkan adalah program Sekolah Laut dengan tema “Mengenal Penyu”. Program ini secara khusus dirancang untuk menjangkau anak-anak pesisir. Sejak tahun 2025, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan, menjadikannya sebagai intervensi edukatif jangka panjang.

Dalam program ini, anak-anak diperkenalkan pada berbagai aspek dasar tentang penyu, mulai dari jenis-jenisnya, siklus hidup, hingga ancaman yang mereka hadapi di alam, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung konservasi.

Secara ilmiah, pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang sangat dipengaruhi oleh proses edukasi sejak usia dini. Anak-anak memiliki kapasitas belajar yang tinggi dan cenderung membentuk nilai serta kebiasaan yang akan mereka bawa hingga dewasa. Dengan memberikan pemahaman sejak awal, diharapkan terbentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan memiliki keterikatan emosional dengan ekosistem pesisir.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau ratusan anak di berbagai desa pesisir di Polewali Mandar. Capaian ini tidak hanya menunjukkan luasnya jangkauan program, tetapi juga menjadi indikator awal bahwa upaya edukasi berbasis komunitas dapat menjadi salah satu solusi dalam memutus rantai ketidakpedulian terhadap lingkungan.

Dengan demikian, konservasi penyu tidak hanya dimaknai sebagai upaya penyelamatan spesies, tetapi juga sebagai proses membangun kesadaran ekologis lintas generasi. Apa yang dilakukan hari ini, baik di pantai maupun di ruang belajar sederhana bersama anak-anak, merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan ekosistem pesisir di masa depan.