Galetto, Antara Pelabuhan Kurri-Kurri dan Buku

oleh
Wialayah eks Pelabuhan Galetto di Desa Karama (foto insert) Budianto Hakim dkk sedang melakukan pengintaian wilayah permukaan tanah di sekitaran wilayah eks Pelabuhan Galetto.
Wialayah eks Pelabuhan Galetto di Desa Karama (foto insert) Budianto Hakim dkk sedang melakukan pengintaian wilayah permukaan tanah di sekitaran wilayah eks Pelabuhan Galetto.

Mengungkap Pusat Peradaban Balanipa – Sendana – Penguatan Identitas, Kebhinekaan dan Kemaritiman Mandar – (Bagian 13)

Reportase Muhammad Munir

 

Pelabuhan Galetto dikenal sebagai pelabuhan kuno di Mandar. Pelabuhan Galetto saat ini masuk dalam peta administratif Desa Karama, Kecamatan Tinambung. Sementara perkampungan Galetto dan Pemakaman Galetto masuk dalam peta administratif Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa.

Menurut pengakuan warga Manjopai, Pelabuhan Galetto menurut cerita orang-orang tua di Karama adalah pelabuhan yang sudah sangat tua. Bahkan oleh Pak Nurdin Hamma (2017) mengatkan bahwa pelabuhan ini disebut pelabuhan Galetto diadopsi dari bahasa Cina yakni gale.

Gale adalah jenis perahu tradisional yang banyak berlabuh di Galetto. Sayangnya, pelabuhan ini kurang mendapat ruang dalam penulisan sejarah maritim Mandar. Ini tentu berbanding terbalik dengan kebanggaan sebagai pelut ulung.

Jika Pelabuhan Galetto ini mau dicari jejaknya, satu-satunya cara harus merujuk pada situs Pemakaman Galetto yang ada di Tammangalle. Pemakaman di Galetto memiliki kesamaan dengan batu nisan yang digunakan pada pemakaman kuno di Mandar yang berkisar tahun 1600an.

Jika ini benar, maka time-line Pelabuhan Galetto ini bisa dihubungkan dengan pelabuhan Kurri-Kurri di Mamuju yang telah menjadi pelabuhan transit dan jalur perdagangan di wilayah barat Sulawesi, sejak tahun 1500.

Berdasarkan catatan sejarah pada tahun tersebut, pelabuhan Kurri-Kurri sebagai pelabuhan internasional yang telah menjadi persinggahan Portugis mambawa barang komuditas pada rute karajaan Siang di Pangkaje’ne sebelum Gowa dan Manado tua (Sulawesi utara).

Pelabuhan Galetto ini mungkin saja tua dari segi umur, tapi bukan pelabuhan besar sebab dalam berbagai catatan sejarah tak ditemukan nama pelabuhan Galetto sebagaimana pelabuhan lainnya di Mandar. Bisa jadi pelabuhan ini muncul sebelum pelabuhan Napo di Tangnga-Tangnga dibangun.

Setelah pelabuhan Napo terbangun, fungsinya beralih ke pelabuhan Napo. Posisi pelabuhan Napo lebih strategis sebab berada di muara sungai Mandar. Tapi apapun itu, pelabuhan ini diberi ruang untuk menjadi obyek riset kali ini untuk memperkuat identitas kemaritiman orang-orang Mandar sebagai pelaut ulung.