Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), menuntut peran aktif generasi muda tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai perumus kebijakan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan pentingnya kapasitas anak muda dalam menentukan arah masa depan teknologi Indonesia.
MANDARNESIA.COM, Jakarta — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan generasi muda tidak cukup hanya memahami teknologi.
Mereka perlu mampu merumuskan kebijakan publik untuk mengarahkan perkembangan kecerdasan artifisial di Indonesia.
Dalam pertemuan dengan peserta Youth Parliamentary 2026, Wamen Nezar menekankan arti penting peran anak muda dalam proses perumusan kebijakan.
“Ketika Anda melakukan simulasi sidang di parlemen, Anda membahas satu hal yang paling penting, public policy, kebijakan publik,” ujarnya melalui Siaran Pers No. 60/HM-KKD/4/2026, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada perumusan regulasi yang berdampak langsung.
“Apa yang anda lakukan nanti di parlemen sebetulnya adalah bagaimana membahas persoalan-persoalan strategis bangsa ini kemudian membuat regulasinya,” katanya.
Menurut Wamen Nezar Patria, di tengah perkembangan pesat teknologi, kebijakan menjadi penentu arah pemanfaatan inovasi.
“Tidak menghambat inovasi, tapi juga bisa menciptakan lapangan-lapangan kerja baru,” ujarnya.
Wamen Nezar juga mengingatkan bahwa generasi muda akan menghadapi perubahan besar akibat otomatisasi.
Oleh karena itu, ia menekankan arti penting penguasaan teknologi agar tidak tertinggal.
“Saat ini kita masih at early stage dalam semua hal, termasuk dengan emerging technology,” ujarnya.
Dalam konteks ini, kemampuan memahami dan merumuskan kebijakan teknologi menjadi kunci.
“Kebijakan bidang teknologi butuh pengetahuan yang cukup luas sehingga bisa merumuskan regulasi secara tepat dan strategis,” katanya.
Wamenkomdigi Nezar Patria berpesan agar generasi muda mengambil peran aktif dalam mengendalikan teknologi.
“Kita harus jadi tuannya dan jangan biarkan kita menjadi budaknya,” tandasnya. (SP-Komdigi/WM)











