Mesin Air PDAM Rusak, Majene Kekurangan Air Bersih

MAJENE, mandarnesia.com — Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat beralasan penyebab tidak lancarnya aliran air ke rumah-rumah warga di Kota Majene disebabkan sebagian mesin pompa air mengalami kerusakan.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Majene Arlin Aras menyampaikan, sumber air baku di Galung Lombok sangat terbatas. Karena di sana sumber air untuk melayani Banggae Timur. Sementara untuk Banggae dari Abaga yang kemudian masuk di Salabose.

“Air baku dari Galung Lombok terbatas untuk melayani sekitar empat ribu rumah di Banggae Timur. Kenapa terbatas sejak 5 tahun lalu mesin tiga buah dari sumur yang dilempar ke kota tinggal satu yang berfungsi. Itu yang menyebabkan kemampuan serapan air sangat kurang,” kata Arlin kepada mandarnesia.com, Sabtu (16/3/2019).

Dikatakannya, sumber air baku yang selama ini di ambil dari aliran sungai Tinambung di bagian hulu tidak pernah mengalami pengurangan debit air. Cuman masalah sumur penangkap air juga sudah roboh.

“Dulu mesin bekerja 24 jam sekarang beroperasi hanya sampai jam 12 malam. Saya angkut mesin yang beratnya 800 kilo dengan harga Rp500 juta, saya kirim ke Makassar, biayanya Rp39 juta. Sekarang kita tinggal tunggu pengiriman dari Makassar,” jelasnya.

Setelah tiba dari Makassar, jelas Arlin mesin tersebut akan difungsikan secara bergantian.

“Kalau sudah baik sudah bisa gantian untuk bekerja dengan mesin yang sudah tua. Kalau dua-duanya sudah gantian bekerja pukul delapan pagi sampai 12 malam. Selajutnya dimatikan kemudian air dibersihkan.” tutupnya

Reporter: Sudirman Syarif

Foto: FB Arlin Aras