Krisis listrik di desa terpencil mulai dijawab. Pemerintah menggandeng sektor swasta menghadirkan solusi energi bersih berbasis tenaga surya untuk memperkuat koperasi desa di wilayah 3T.
MANDARNESIA.COM, Jakarta — Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan PT Energy Absolute Green X Indonesia dalam upaya mempercepat penyediaan listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi koperasi desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi bersama Executive Chairman Justin Joel, dan disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah.
Menkop Ferry menjelaskan, masih banyak desa dan kelurahan di wilayah 3T yang belum memiliki akses listrik memadai. Padahal, keberadaan listrik menjadi kunci utama dalam mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Energi surya menjadi solusi logis untuk menjawab keterbatasan listrik di desa. Ini penting agar aktivitas ekonomi koperasi bisa berjalan optimal,” ujarnya dalam siaran persnya Nomor: 91/Press/SM.4.1.KOP/IV/2026, Senin (20/4/2026).
Kerja sama ini mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari kajian pembangunan sistem energi surya terintegrasi dengan penyimpanan energi, distribusi listrik berbasis koperasi, hingga pengembangan model bisnis yang berkelanjutan.
PLTS yang dikembangkan dirancang berskala mikro dengan kapasitas sekitar 0,5 Mega Watt (MW), sehingga dapat menjangkau kebutuhan listrik desa secara mandiri dan efisien.
Ferry berharap kerja sama ini segera masuk tahap proyek percontohan (pilot project) sebelum direplikasi secara luas di berbagai daerah.
“Ini sekaligus mendukung target swasembada energi dan penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat,” tambahnya dalam siaran pers Nomor: 91/Press/SM.4.1.KOP/IV/2026, Senin (20/4/2026).
Sebelumnya, uji coba PLTS telah dilakukan bersama PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina New and Renewable Energy di Batam, Kepulauan Riau.
Selain memperluas akses listrik, inisiatif ini juga diharapkan berkontribusi pada target net zero emission (NZE) 2060 yang dicanangkan pemerintah.
Sementara itu, Justin Joel menilai kolaborasi ini bukan sekadar proyek energi, tetapi langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia berbasis koperasi.
“Ini adalah upaya membuka akses investasi yang lebih inklusif sekaligus mendorong transformasi energi di tingkat akar rumput,” ujarnya dalam siaran pers Nomor: 91/Press/SM.4.1.KOP/IV/2026, Senin (20/4/2026).
Direktur Utama PT Energy Absolute Green X Indonesia, Zulnahar Usman, menambahkan bahwa koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak transisi energi di daerah.
Menurutnya, program ini juga membuka peluang masuknya investasi ke daerah dengan skema yang lebih terstruktur, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal. (SP-Kemenkop/WM)











