Setiap 21 April, nama Raden Ajeng Kartini kembali diingat. Dulu, Kartini memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan. Hari ini, semangat itu hadir dalam banyak bentuk—salah satunya di sektor pariwisata.
Industri pariwisata Indonesia bukan hanya soal destinasi indah, tapi juga tentang orang-orang di baliknya. Di antara mereka, ada perempuan-perempuan yang mengambil peran penting: membuat kebijakan, menjaga lingkungan, hingga menggerakkan komunitas.
Berikut tujuh sosok yang bisa disebut sebagai “Kartini modern” di dunia pariwisata Indonesia.
1. Mari Elka Pangestu
Di level kebijakan, nama ini sudah lama dikenal. Saat menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011–2014), Mari Elka Pangestu mendorong integrasi antara pariwisata dan ekonomi kreatif.
Konsep itu kini jadi fondasi penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia—bahwa wisata bukan hanya soal tempat, tapi juga pengalaman, budaya, dan produk kreatif.
2. Nadine Chandrawinata
Berangkat dari kecintaannya pada laut, Nadine aktif mengampanyekan pelestarian lingkungan, terutama di wilayah pesisir.
Lewat gerakan #Seasoldier dan keterlibatannya di berbagai inisiatif ekowisata, ia menunjukkan bahwa pariwisata dan konservasi bisa berjalan beriringan.
3. Susi Pudjiastuti
Meski dikenal di sektor kelautan, kebijakan Susi berdampak langsung pada pariwisata bahari. Penindakan terhadap illegal fishing membuat ekosistem laut lebih terjaga.
Selain itu, lewat Susi Air, ia juga membuka akses ke berbagai daerah terpencil—yang banyak di antaranya kini berkembang sebagai destinasi wisata.
4. Trinity
Di dunia travel writing, Trinity bisa dibilang pelopor. Lewat buku The Naked Traveler, ia mengubah cara orang melihat perjalanan—lebih santai, jujur, dan relatable.
Tulisan-tulisannya ikut mendorong minat masyarakat untuk menjelajah, termasuk ke berbagai destinasi di Indonesia.
5. Prilly Latuconsina
Mewakili generasi muda, Prilly memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan wisata Indonesia.
Ia juga terlibat langsung di sektor pariwisata melalui bisnis wisata bahari, serta aktif dalam kampanye konservasi, termasuk perlindungan hiu paus.
6. Maya Watono
Di balik pengelolaan destinasi dan infrastruktur wisata, ada peran besar Maya Watono.
Sebagai Direktur Utama InJourney, ia terlibat dalam transformasi berbagai aset pariwisata nasional—dari bandara hingga destinasi prioritas—agar lebih kompetitif di tingkat global.
7. Butet Manurung
Butet menunjukkan sisi lain dari pariwisata: hubungan dengan masyarakat lokal.
Melalui Sokola Rimba, ia memberdayakan komunitas adat di kawasan hutan. Pendekatan ini penting, karena pariwisata berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari peran dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Lebih dari Sekadar Inspirasi
Ketujuh sosok ini datang dari latar belakang berbeda, tapi punya benang merah yang sama: mengambil peran dan memberi dampak.
Mereka menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya dibangun lewat promosi, tapi juga lewat kebijakan, edukasi, keberanian, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.
Di momen Hari Kartini, kisah mereka jadi pengingat bahwa semangat Kartini terus hidup—tidak hanya dikenang, tetapi dijalankan dalam berbagai bidang, termasuk pariwisata.
Dan mungkin, dari perjalanan-perjalanan kecil yang kita lakukan, semangat itu bisa ikut kita lanjutkan.
Diolah dari https://kemenpar.go.id/
Sumber foto: instagram masing-masing tokoh






