BRIN Bedah Revolusi Iran 1979, Ungkap Arah Baru Geopolitik Global di Tengah Ketegangan AS–Iran

oleh
oleh
Foto: X Brin
Foto: X Brin

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali memanas. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak publik membaca ulang Revolusi Iran 1979 sebagai kunci memahami arah baru geopolitik global hari ini.

 

MANDARNESIA.COM, Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka ruang diskusi publik untuk membaca ulang dinamika geopolitik global melalui bedah buku tentang Revolusi Iran 1979.

Diskusi bertajuk “Revolusi Iran: Dari Tumbangnya Shah Iran hingga Perang Melawan AS” ini akan digelar pada Selasa, (21/4/2026) di Auditorium BRIN, Kawasan Sains Sarwono Prawiroharjo, Jakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Politik BRIN ini berangkat dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya hubungan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang terus menjadi sorotan global.

Membaca Ulang Sejarah untuk Memahami Dunia Hari Ini

Kepala Pusat Riset Politik BRIN, Athiqah Nur Alami, menegaskan bahwa pendekatan historis tetap relevan untuk memahami dinamika global kontemporer.

“Revolusi Iran tidak hanya merupakan peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi kunci untuk memahami perkembangan politik Iran hingga saat ini, terutama dalam konteks ketegangan dengan Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman berbasis riset penting agar masyarakat tidak hanya melihat konflik global sebagai peristiwa sesaat, tetapi sebagai proses panjang yang saling terkait.

Hadirkan Penulis yang Menyaksikan Langsung Revolusi

Diskusi ini akan menghadirkan Nasir Tamara, penulis buku yang menjadi rujukan penting dalam literatur Indonesia tentang Revolusi Iran.

Nasir Tamara dikenal sebagai wartawan yang meliput langsung peristiwa revolusi tersebut, termasuk menyaksikan kepulangan Ruhollah Khomeini ke Teheran.

Edisi terbaru bukunya telah diperbarui dengan enam bab tambahan dan epilog yang mengulas perkembangan Iran hingga kondisi geopolitik terkini.

Bahas Ideologi, Kekuasaan, hingga Konflik Global

Selain Nasir Tamara, diskusi ini juga menghadirkan Nostalgiawan Wahyudhi dan Saiful Hakam, serta dipandu oleh Khanisa.

Para narasumber akan mengulas berbagai dimensi Revolusi Iran, mulai dari:

  • Latar belakang historis,
  • Dinamika aktor politik,
  • Hingga dampaknya terhadap konfigurasi geopolitik global.

Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana pengalaman Iran dapat menjadi lensa untuk memahami relasi antara negara, ideologi, dan konflik global yang terus berkembang.

Ruang Dialog Publik Berbasis Pengetahuan

BRIN menegaskan bahwa forum ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga menjadi ruang dialog publik yang relevan dengan situasi global saat ini.

Melalui diskusi ini, masyarakat diharapkan dapat membaca dinamika geopolitik secara lebih kritis, berbasis data dan pengetahuan, bukan sekadar mengikuti arus informasi. (SP-BRIN/WM)