fbpx
Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Kantor Gubernur Rencana Dibangun Tiga Lantai

Reporter: Sudirman Syarif

MAMUJU, mandarnesia.com — Proses pengerjaan bangunan Kantor Gubernur Sulawesi Barat masih terus dilakukan.
Pasca gempa bumi 6,2 Magnitudo Januari lalu bangunan empat lantai itu rubuh hingga ke lantai dasar.

Kepala Dinas PUPR Sulbar Muh. Aksan menjelaskan, tahap pembongkaran reruntuhan kantor Gubernur Sulawesi Barat, yang diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Namun, terdapat sedikit kendala, sebab sebagian besar material bangunan terbuat dari baja.

Diperlukan metode khusus dan tenaga terampil yang mumpuni, untuk melakukan proses pengerjaan kantor tersebut.

“Dalam proses pengerjaannya harus lebih berhati-hati demi keselamatan para pekerja. Mengingat material banyak terbuat dari baja, jadi membutuhkan metode khusus dalam pengerjaannya, sebab kita tidak bisa menggunakan otot saja, karena menyangkut masalah keselamatan para pekerja,” sebut Aksan beberapa waktu lalu.

Kantor Gubernur Sulbar dipotret dari Lantamal Mamuju (Foto: Wahyudi)

Untuk proses perencanaan diperkirakan rampung hingga dua bulan ke depan. Setelah selesai, selanjutnya masuk pada kategori fisik multi years contract dan pembangunan kantor akan dimulai pada tahun depan.

“Kemarin kami sudah minta izin kepada Gubernur, begitu juga pada pihak Kementerian. Sesuai arahan nantinya, jika Gubernur Sulbar sudah memerintahkan pengerjaannya maka pekerjaan sudah mulai dilakukan,”ungkap Aksan .

Aksan menjelaskan, ke depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat akan dibangun menjadi tiga lantai, yang sebelumnya empat lantai. Bencana alam gempa bumi 6,2 Magnitudo pada 15 Januari lalu memberikan pelajaran berharga akan proporsi pembangunan segala faktor keselamatan.

“Kami akan melakukan sertifikasi bagi para tukang bangunan, sehingga para tukang dapat merakit tulangan beton dengan baik dan benar, agar tidak terjadi lagi,” tutupnya.

Foto Utama: Wahyudi

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: