,

Anak-anak Pun Senang Tradisi Saeyyang Pattuqduq

oleh

POLEWALI, mandarnesia.com — Festival Saeyyang Pattuqduq (FSP) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nasional menuju warisan Budaya Dunia diikuti ratusan peserta. Mulai dari tingkat TK hingga masyarakat Umum.

Sejumlah peserta sangat antusias dalam mengikuti FSP di Area Taman Sport Center Polewali, ditambah lagi dengan tabuhan rebana mengiringi Saeyyang Pattuqduq membuat kuda-kuda yang dihias itu ikut menari, menambah kemeriahan festival.

St. Annisa, misalnya siswi kelas Dua Sekolah Dasar 027 Takatidung ini mengaku sangat senang bisa ikut serta dalam FSP yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar.

“Kusuka sekali naik kuda, apalagi banyak juga orang, baruka saya ini naik kuda seperti ini,” kata Annisa sambil tersenyum.

St. Annisa ditemani Nurhalipa yang tak lain adalah tantenya sendiri sebagai Pessawe.
Sementara itu, Hikmah salah seorang warga yang hadir di stadion H. S. Mengga lokasi Saeyyang Pattuqduq finish berharap agar kegiatan festival Saeyyang Pattuqduq bisa dilaksanakan setiap tahun sebagai even tahunan.

“Kalau bisa festival begini juga harus tiap tahun, jangan cuma hari maulid saja atau ada pengantin karena lain juga itu,” harap Hikmah.

“Inikan budaya kita jadi harus kita juga dibanggakan jangan cuma lomba nyanyi saja tiap tahun. Walaupun lomba nyanyi juga itu banyak menghibur,” ungkap warga yang rela menunggu karnaval kuda menari ini melintas.

Dalam dekripsi video yang sudah diupload melalui kanal youtube Polewali Mandar TV yang merupakan bagian dari Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Polewali Mandar, menyebutkan sebanyak 175 Kuda serta 1.832 Pessawe, Parrawana dan Pakkalindaqdaq meriahkan Festival Saiyang Pattuqduq Menuju Warisan Budaya Dunia Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2022.

Baca Juga:  Eee Bolonge... Saeyyang Pattuqduq, antara Festival dan Ritual

FSP ini dibuka Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar dan dihadiri Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar Andi Syamsul Rijal, S, S, M.Hum dan Ketua Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO, Dr. Itje Khodijah bersama Tim yang terdiri atas Ketua Dewan Pakar Memory of World Indonesia, Dr. Mukhlis Paeni, MA., Ketua Asosiasi Lisan Indonesia, Dr. Pudentia, MPSS, Sekretaris Asosiasi Lisan Indonesia, Dr.Jabatin Bangun, MA, dan Prof. Dr. Idham Khaliq Bodi, M.Pd.

Turut hadir dalam Festival ini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para Kepala Perangkat Daerah, para Kepala Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD. (yus/wm/*)

Adv.