Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Target Pemerintah, RSUD Jadi Rumah Sakit Rujukan di Sulbar

Reporter: Sudirman Syarif

MAMUJU, mandarnesia.com — Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Sulbar menjalani survei nasional akreditasi standar versi snars. Upaya ini dilakuakan Pemerintah Sulbar untuk meraih akreditasi RS Umum.

RS ini mestinya telah fasilitas layanan kesehatan rujukan di Provinsi Sulbar. Maka sudah seharusnya berkomitmen dalam meningkatkan kapabilitas dan mutu pelayanannya kepada masyarakat yang dinilai sejalan dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang tertuang dalam Pasal 29 B bahwa rumah sakit wajib memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif serta mengutamakan pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit.

Baca:https://mandarnesia.com/2019/11/syarat-mutlak-akreditasi-rsud-sulbar-jika-tak-ingin-kerja-sama-bpjs-diputus/

“Sertifikasi akreditasi rumah sakit merupakan salah satu indikator mutu layanan terstandar dan berkualitas secara terus menerus. Rumah sakit berupaya memenuhi standar yang telah ditetapkan dan mempertahankan kepatuhan dalam memenuhi standar tersebut,” kata Sekretaris Daerah Pemprov Sulbar, Muhammad Idris, Rabu (27/11/2019).

Akreditasi sangat dibutuhkan RS untuk peningkatan pelayanan, administrasi dan perencanaan, koordinasi asuhan pasien, koordinasi pelayanan, koordinasi antar staf, minimalisasi resiko pelayanan, perencanaan dan penanggulangan alat yang tepat, penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, penurunan keluhan pasien dan staf, peningkatan kesadaran pegawai akan tanggung jawabnya serta peningkatan kerjasama dari semua bagian organisasi.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama-sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah senantiasa berupaya untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan akreditasi demi peningkatan mutu pelayanan pada masyarakat dalam mencapai tujuan percepatan pembangunan kesehatan,” jelasnya Idris.

Pemerintah Sulbar berharap mendapat masukan dari surveior untuk pembangunan rumah sakit yang lebih dari sisi mutu pelayanan medis, non medis dan administrasi. Sehingga rumah sakit dapat terus melakukan peningkatan kinerja secara berkesinambungan sehingga terwujud pelayanan yang terstandar dan berkualitas.

“Besar harapan saya, di bawa bimbingan Ketua Tim Surveior beserta tim, mampu mendorong rumah sakit kami menjadi rumah sakit kebanggaan Sulawesi Barat, sehingga masyarakat Sulbar tidak lagi banyak yang dirujuk ke Makassar, dan saya yakin bahwa direktur rumah sakit akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kapabilitas dan mutu pelayanannya sehingga kita bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dan dapat memberikan jaminan mutu, kepuasan dan perlindungan,” tutupnya.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: