MAJENE,mandarnesia.com-Balakangan ini, suhu politik di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai meningkat pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan kembali tahapan Pilkada 9 Desember 2020.

Sudarman AR, satu dari sekian kandidat  Bakal Calon (Balon) Bupati Majene/Wakil Bupati, menilai, fenomena masyarakat Majene menghadapi momen Pilkada 9 Desember, muncul perdebatan dan perbedaan pendapat. Disparitas itu, memicu pula gejolak politik di masyarakat.

“Saya menerima banyak telepon yang masuk menanyakan dan melaporkan kejadian-kejadian politik di masyarakat saat ini. Adanya perbedaan pandangan politik. Harus dinilai wajar dalam suatu pilkada. Yang penting kita harus selalu objektif tetap dalam  bingkai keluarga besar Majene. Menjaga hubungan silaturahim antara satu dan yang lainnya sehingga tidak terjadi perpecahan hanya gara-gara suatu perbedaan visi dan misi,” kata Sudarman, melalui sambungan handphone, Sabtu (27/6/2020).

Perpecahan itu, menurut dia, hanya akan menggangu konsentrasi pembangunan Majene ke depan. Bisa memicu dua hati, dua hamba Allah yang berselisih. Jika itu terjadi maka perlu waktu lama untuk mengembalikannya.

“Kita harus menjadi panutan buat mereka. Janganlah kita menjadikan proses pilkada akhir segala-galanya. Masih ada anak cucu kita di belakang harus diajarkan berpolitik secara santun, cerdas, dan benar. Sehingga menjadi generasi yang bermanfaat buat daerah dan bangsa,” harap Sudarman.

Maka dari itu, ia mengajak seluruh calon kandidat dan lapisan masyarakat untuk membangun kerukunan keluarga dan membingkai kebersamaan demi masyarakat Majene lebih baik. Bukan hanya berambisi mencapai takhta. Sebab, buat apa menjadi pemimpin atau kepala daerah namun tidak efektif menjalankan semua perundang-undangan yang berlaku.

Karena, sebelum partai merekomendasikan balon bupati/wakil bupati terlebih dahulu ada alasan dan mekanisme internal partai yang wajib dijalankan.

“Jadi selaku kandidat dan sebagai Mandar asli, saya juga punya kewajiban moral. berbicara seperti ini menomor sepuluhkan mau jadi atau tidak.”

Baca Juga:  Pendaki Cilik, Berhasil ke Puncak Gunung Gandang Dewata

Misalnya, lanjut Sudarman, keliru mengelola loyalitas ke elite atas.

“Ini akan fatal bagi saya. Ukuran loyalitas dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa 11 12 posisinya,” ujar Sudarman.

Dari pengalamannya juga melihat langsung perhelatan Pilpres Presiden Jokowi dengan Jusuf Kalla, Jokowi dan Ma’ruf Amin, sambung Sudarman, itulah yang akan diimplementasikan di Kota Pendidikan, itu.

“Pengalaman-pengalaman inilah yang saya dapat, ingin diterapkan di Majene,” tutur Sudarman.

Sudarman berujar, dirinya tidak pernah berfikir bagaimana ia mendahulukan menang maupun berfikir, cara untuk menang.

“Tidak  seperti itu di otak saya. Saya hanya berpikir, ayo mari kita membangun Majene yang lebih baik secara bersama-sama dengan berbagai perbedaan pendapat. Tapi menuju ke tujuan dan kehidupan yang lebih baik pula untuk kita semua. Masalah  kalah dan menang, sudah hal yang wajar dalam dunia politik. Mari kita siap menang terhormat dan siap juga kalah terhormat,” ucap Sudarman.

Menurutnya, biarkanlah partai politik memilih siapa yang akan direkomendasikan menjadi calon bupati/wakil bupati Majene.

Baca :https://mandarnesia.com/membangun-bumi-perkemahan-sebagai-sarana-pendidikan-mental-generasi-muda-majene/

“Kita sebagai calon kandidat pasang badan sajalah.  Punya konsep ini, punya konsep itu, kita utarakan ke masyarakat luas untuk membangun Majene. Untuk apa kita didukung partai politik tapi begitu jadi, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Saya tidak menyinggung siap-siapa ya. Ini hanya melihat fenomena yang terjadi jika tahapan kontestasi pilkada dimulai,” ucapnya.

“Hal ini harus disampaikan karena saya wajib berfikir lebih luas dan lebih jauh untuk kepentingan masyarakat  Majene. Bukan kepentingan partai maupun kepentingan golongan,” jelasnya.

“Membesarkan partai, penting juga  karena yang ada di dalam juga pasti warga itu sendiri. Tapi Majene di atas segala-galanya. Saya berani mengorbankan kepentingan pribadi daripada harus mencedarai tujuan leluhur yang sudah diperjuangkan. Ini kan mau melanjutkan cita-cita luhur dari leluhur saya,” tambah Sudarman. (Adv)

Baca Juga:  Disdukcapil: Kecil Kemungkinan Penggunaan Suket di Sulbar

Ketfot : Sudarman Balon Bupati/Wakil Bupati Majene saat berbicara di depan angkatan Marinir sebagai ketua penasehat. Gambar direkam 2017/ist.

Komentar Anda