Pasar Wonomulyo Tidak Pernah “Tidur”

oleh
Pasar Wonomulyo Tidak Pernah "Tidur" -

WONOMULYO – Wonomulyo dikenal sebagai pusatnya perekonomian di Polewali Mandar, bahkan di Sulawesi Barat.

Pasar yang berada di pusat kota Wonomulyo atau depan alun-alun itu memiliki akses yang mudah, membuat pasar ini ramai untuk dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat.

Bukan hanya masyarakat Wonomulyo saja, namun warga dari Mamasa, atau dari Majene.

Baik untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual kembali ke konsumen. Sebut saja (Pagandeng) pedagang sayur yang menggunakan sepeda motor sejak lama menjadikan Pasar Induk sebagai pusat belanja. Semua kebutuhan keluarga sampai kebutuhan kantor juga bisa didapatkan di pasar ini.

Aktivitas pedagang dimulai dari area Pasar Subuh Wonomulyo sekitar pukul 12.00 malam, hingga pukul 08.00 pagi.

Tukina (51) salah seorang penjual sayur mengaku berangkat ke pasar dari rumah di Bumiayu sejak jam 12.00 malam, dan baru pulang pada pukul 08.00 pagi.

Ia mengatakan, sayur yang didapatnya dari petani sudah tiba di pasar lebih awal, berasal dari Kebunsari, Kebun Dalam dan Bumiayu.

Sayur yang dijualnya banyak dibeli oleh pagandeng. Untuk dijual ke sekitaran Polewali Mandar hingga menjangkau Mamasa.

Roda ekonomi di pasar Wonomulyo memang sepertinya tidak pernah tidur. Kondisi yang membuat bekas daerah transmigrasi kolonial itu tetap menjadi jantung perputaran uang terbesar di Sulbar.

#AgungHidayatMansur