MANDARNESIA.COM, Bogor — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mendorong lompatan besar dalam penguatan pendidikan berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.
Hal itu disampaikannya dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Bogor, saat meresmikan Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah di kawasan Rancamaya, Minggu (3/5/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan Indonesia harus bergerak lebih cepat dan relevan dengan tantangan zaman melalui pendekatan yang terintegrasi antara nilai keagamaan, sains dan teknologi, serta kesadaran ekologis.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses memanusiakan manusia—menumbuhkan fitrah, membangun karakter, dan memuliakan kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih rendahnya proporsi lulusan di bidang STEM di Indonesia, yang dinilai menjadi tantangan serius dalam menghadapi kompetisi global.
“Kalau kita tidak serius memperkuat STEM, kita akan tertinggal. Ini bukan sekadar data, tetapi peringatan bagi kita semua,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah dinilai sebagai model konkret pendidikan masa depan yang mengintegrasikan nilai keislaman, penguasaan sains dan teknologi, serta kesadaran lingkungan.
“Ini bukan hanya nama, tetapi sebuah konsep besar: pesantren modern yang berbasis nilai Islam, kuat dalam sains, dan berpijak pada kesadaran ekologi,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia berharap lembaga pendidikan ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cakap dalam STEM, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Dari sini diharapkan lahir generasi yang hemat energi, mampu mengelola sampah, serta menjaga kelestarian alam untuk masa depan yang lebih hijau,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran sekolah tersebut.
“Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah menghadirkan model pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan, sekaligus memperkuat karakter, inovasi, dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor, lanjut Dedie, akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. (SP-Kemendikdasmen/WM)









