Kepala Disbudporparekraf Polman Sharing Session Bersama Pengelola Obyek Wisata di Binuang dan Anreapi

oleh
oleh

MANDARNESIA.COM, Polewali – Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudporparekraf) Polewali Mandar, A. A. Rajab, S.H., melakukan sharing session atau diskusi bersama para pengelola obyek wisata di Kecamatan Binuang dan Anreapi, Kamis (12/2/2026).

Lawatan sekaligus sharing tersebut di atas Kadis A. A. Rajab didamping Sekretaris Dinas Surahman Akbar, S.STP., M. Adm. KP dan Kepala Bidang Usaha Pariwisata Iin Sri Nurhaeda Abduh, S.IP., M.M beserta staf.

Sharing atau diskusi pertama dilakukan di Kecamatan Binuang dengan pengelola obyek wisata yang ada di Desa Batetangnga, dipusatkan di obyek wisata Uwai Batu. Kemudian sesi kedua dilakukan di Kecamatan Anreapi yang berpusat di obyek wisata Lembah Tottong, Desa Kunyi.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk mendengar langsung aspirasi, masukan, dan kondisi faktual pengelolaan destinasi wisata yang ada di wilayah tersebut.

A. A. Rajab yang baru dilantik sebagai Kepala Dinas pada 15 Januari 2026 lalu mengatakan, pertemuan ini penting dilakukan sebagai langkah awal untuk menyerap gagasan serta menjadi bahan perencanaan dan penguatan kerja sama antara pemerintah dan pengelola destinasi wisata.

“Sebagai kepala dinas yang baru, saya merasa perlu mendengar langsung, menyerap, dan bertukar pikiran dengan para pengelola obyek wisata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kadis Disbudporparekraf menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan obyek wisata agar destinasi semakin berkembang dan mampu bersaing.

Ia juga berharap para pengelola dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah, salah satunya melalui penyampaian data kunjungan wisatawan setiap bulan sebagai bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan.

Selain itu, A. A. Rajab menyoroti pentingnya peningkatan kenyamanan dan keamanan wisatawan, termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti toilet, serta upaya menjaga keamanan pengunjung agar mereka merasa nyaman saat berwisata.

Sementara itu, para pengelola obyek wisata menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat membantu mempromosikan destinasi wisata melalui kanal media sosial resmi milik Disbudporparekraf, sehingga jangkauan promosi semakin luas dan berdampak pada peningkatan kunjungan. (Rls/WM)