HAKI Bagi Pelaku Usaha dan KI Komunal

oleh

MANDARNESIA.COM, Mamuju — Di Hadapan Wartawan, Kemenkumham Sulbar Paparkan soal Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Faisol Ali, menekankan pentingnya pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI) bagi pelaku usaha maupun kekayaan intelektual komunal yang ada di Sulawesi Barat.

Hal itu disampaikan Faisol Ali pada kegiatan Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual dan Peningkatan Pemahaman KI kepada Stakeholder di Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Aula Pengayoman Kantor Kanwil Kemenkumham Sulbar, Kamis 10 November 2022.

“Untuk memenuhi itu, perlu dilakukan upaya salah satunya melalui promosi dan diseminasi Kekayaan Intelektual kepada stakeholder di Sulawesi Barat dalam rangka penyebarluasan informasi,” kata Yasonna, salah satu Kakanwil Institusi Menkumham.

Faisol Ali memaparkan, beberapa program unggulan Kekayaan Intelektual yang menjadi prioritas Kanwil Kemenkumham Sulbar ke depan, di antaranya one village one brand (satu desa satu merek terdaftar) serta pemberian sertifikasi kepada daerah yang menjadi destinasi wisata yang dikenal dengan produk berbasis kekayaan intelektual di Sulawesi Barat.

“Program prioritas ini yang akan menjadi target kinerja kantor wilayah di bidang kekayaan intelektual di tahun mendatang, dan para stakeholder yang terlibat dapat memberikan dukungan serta menjadi media informasi bagi masyarakat,” ungkap Faisol Ali di hadapan peserta yang terdiri dari jurnalis yang tergabung dalam AMSI Sulawesi Barat dan AJI Mandar serta dinas terkait.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Sulbar Alexander Palti menyebut, saat ini pemahaman masyarakat terkait pendaftaran Kekayaan Intelektual, baik itu berupa merek maupun hak cipta secara perorangan maupun dalam bentuk kekayaan intelektual komunal yang identik dengan suatu daerah.

“Data dalam 4 tahun terakhir bahwa Sulbar hanya menginventarisir permohonan dari jenis merek dan hak cipta saja. Untuk paten, rahasia dagang, desain industri masih sangat rendah,” pungkas Alexander. (Ris/WM)