Diserang Ulat, Petani Jagung Terancam Merugi

mandarnesia Home » Sulbar Terkini » Update »  Diserang Ulat, Petani Jagung Terancam Merugi
 Diserang Ulat, Petani Jagung Terancam Merugi

Reporter : Busriadi Bustamin

MALUNDA,mandarnesia.com-Sejak tiga bulan terakhir, puluhan haktare tanaman jagung di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat diserang hama ulat.

Murham, salah seorang petani jagung di Lingkugan Galung Kelurahan Malunda mengatakan, secara keseluruhan sekita 50 hektare tanaman jagung diserang hama ulat. Namun paling parah sekitar 10 puluh hektare, khususnya di Lingkungan Galung.

“Katanya ulat Afrika. Karena kemarin ada datang penyuluh obat dari perusahaan dan menawarkan obat.  Itu yang bilang, ini ulat Afrika namanya. Angin yang bawa ke sini,” kata Murham, Senin (2/12/2019).

Hanya saja, obat yang ditawarkan pihak perusahaan tidak bisa diterapkan jika umur jagung sudah memasuki masa panen.

“Karena susah penyemprotannya. Kemungkinan kita kena imbasnya itu obat. Salah satu caranya kita basmi secara manual saja. Kita buka kelopaknya jagung, setelah itu kita bunuh,” jelasnya.

Petani jagung berharap, pemerintah dalam hal ini dinas terkait segera memberikan obat-obatan dan mencari solusi terbaik terkait serangan hama ulat tersebut.

“Pekiraan puluhan juta ini kerugian bagi petani jagung,” tutur Murham.

Kepala Balai Penyuluhan Pertania Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Malunda, Abd. Rauf L membenarkan adanya serangan ulat ke petani jagung.

“Setelah kita mendengar langsung kita ke lapangan bersama penyuluh dan pengamat. Alhamdulillah setelah beberapa kali disemprot, sudah agak baik-baik tanamannya. Memang masih ada, tapi tidak terlalu ini, sudah ada perubahan,” kata Abd. Rauf.

“Cuma saya lihat itu yang dibawa pengamat hama dari kabupaten. Baru tiga botol. Ini hanya memberikan contoh (ke petani) bahwa inilah obatnya,” sambungnya.

Abd. Rauf belum mengetahui secara pasti sumber ulat yang menyerang petani jagung. Hanya saja, faktor cuacalah salah satu penyebab munculnya ulat.

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA 

Ia memastikan, dengan adanya serangan ulat, maka penghasilan petani berkurang dikisaran 20 persen dari musim tanam sebelumnya.

Foto : Busriadi Bustamin

error: Content is protected !!
Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada yang bisa kami bantu?
%d bloggers like this: