Reporter : Busriadi Bustamin MAJENE, mandarnesia.com–Pasca gempa mengguncang Sulawesi Barat, Kamis (15/1/2021) lalu, sejumlah komunitas mulai bergerak untuk membantu para korban gempa.

Oleh sebab itu bagi saya para pengungsi itu tidak menjarah, tetapi karena lapar, haus, sehingga mereka malakukan itu. Oleh sebab itu saya amat menghargai dan memahami benar apa kebutuhan dan kondisi para pengungsi kita, terutama para pengungsi yang cukup jauh masuk di daerah bukit dan gunung

Besarnya kubik tanah yang longsor membuat tim evakuasi kesulitan mencari para korban. Kepolisian dan TNI yang datang ke lokasi menggerakan seekor ajing pelacak, memutuskan untuk menunda pencarian korban, dan akan dilanjutkan.

“Kita memilih di sini, karena disiapkan (Makanan), dan diperhatikan. Terima kasih,” kata salah seorang pengungsi dari Desa Makatta, Kecamatan Malunda, Kaco saat ditemui mandarnesi.com di lokasi pengungsian, SMA 1 Tinambung,” Ahad (17/1/2020).

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah khususnya dibidang pelayanan kesehatan hari kedua pasca gempa di Mamuju, Wahdah Islamiyah menerjunkan relawan membersihkan puing sisa gempa di Rumah Sakit Regional Sulbar, Sabtu (16 januari 2021).

dalam penyaluran bantuan disesalkan sejumlah pengungsi, salah satunya Dedek Rusmana. Menurutnya, apabila bukan dari petugas keamanan yang terjun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan, maka tetap akan terjadi masalah