fbpx

Sahabat Rakyat dan Sepotong Kisah Reihan Bersama Kawan

Oleh: Sudirman Syarif

TANGISNYA pecah, jari-jari tangannya mencengkeram kepala ibunya dengan kuat. Susana hatinya memang nampak cemas, sebelum masuk ke Bangunan SD Tasiu II, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sabtu (7/3/2020).

Ibunya, tak sedikitpun memperlihatkan mimik khawatiran kepadanya. Tentu ia sudah sangat paham akan menambah ketakutan M. Reihan (12) saja. Ia kemudian masuk ke ruangan khitan sirkumsisi, berjalan beriringan dan memeluk ibunya.

Di atas meja yang dikeliling perawat, suntik dan gunting siap untuk menusuk dan memotong kulupnya. Dua tiga manteri mulai memegang kakinya yang meronta. Proses beda di kemaluan dimulai. Ia terbaring tanpa banyak mengedipkan mata.

“Aaah sakit! sakit! sakit!” teriakan itu bersamaan dengan jarum suntik yang mulai perlahan menusuk kulit, masuk dan menyentu daging, tambah keras jeritan Reihan.

Ia terus saja menangis sejadi-jadinya. Menahan sakit atau takut berlebih, betapa sakit sunatan yang sedang dilalui, yang mungkin saja didengar dari kawan seusianya atau kakaknya.

Dalam dekapan sang ibu, Ramlah, tubuh Reihan terus meronta dan berteriak minta ampun. “Ampun, ampun! ampun!” Ibunya hanya mendengar lalu tak peduli dan membisik kata seperti membaca mantra ke telinga pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu.

Keringat di kening Reihan dengan cepat diusap telapak tangan sang ibu. Teriakan sakit setiap anak yang menjalani khitan mendengung di dalam kelas. Raihan tak peduli itu, dan terus saja menangis.

Hampir setengah jam berlalu, Reihan kemudian turun dari meja yang disusun menyerupai rajang rumah sakit. Jalan membuka paha dengan langkah penuh hati-hati.

Masa-masa cemasnya telah berlalu, beberapa hari ke depan, Reihan hanya akan berbaring di rumah, menunggu proses penyembuhan selesai.

Baca Juga:  Menguji Pengaruh Aras Tammauni di Pilkada Mamuju, Aras: Saya Sangat Optimis

Kawannya, Ariel (10) juga sedang berjuang melalui masa-masa sulit seperti Raihan. Hanya saja, Syamsul ayah Ariel berhasil memenangkan, hingga Ariel hanya terlihat pasrah dan menutup mata menggunakan sarung.

Reihan dan Aril, dua dari puluhan anak di Kecamatan Kalukku yang mengikuti sunatan gratis yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju di moment Safari Sehari Berbakti untuk Rakyat (Sahabat Rakyat) 2020.

Selain layanan kesehatan, puluhan kegiatan pelayan juga dibuka di sahabat rakyat. Seperti pengurusan dokumen, kependudukan, dan izin.

Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid mengatakan, semua pelayanan diberikan di acara sahabat rakyat. Ada yang bersifat sosialisasi, penyuluh, pengobatan, ada administrasi kependudukan, dan izin.

“Dan sahabat rakyat di Kalukku luar biasa. Bagaimana animo masyarakat, antusias datang karena memang kebutuhan masyarakat ini sangat diperlukan. Seperti KTP-el, akta kenal lahir,” katanya kepada mandarnesia.com di Lapangan Tasiu usai swafoto dengan masyarakat.

Mereka, jelas Habsi, kalau datang ke kota (Mamuju) tentu menggunakan biaya. “Tapi kalau di sini (Kalukku), tidak. Urusan akta hanya 5 menit mereka mendaftar, mereka langsung bawa pulang. Itu saya kira manfaat dari sahabat rakyat.”

“Justru masyarakat mengusulkan bahwa sangat dibutuhkan (Sahabat rakyat). Memang sahabat rakyat juga kita bisa berikan pelayanan dengan cepat, sehingga mereka terlayani dengan baik,” tutupnya.

error: Content is protected !!
Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada yang bisa kami bantu?
%d bloggers like this: