fbpx

Polresta Mamuju Kejar Penyebar Hoaks 31 Polisi Positif Covid-19

Reporter: Sudirman Syarif

Polda Sulbar – Kapolresta Mamuju Kombespol Minarto membatah isu yang beredar di media sosial yang mengatakan sebanyak 31 orang personel Polresta Mamuju terpapar virus corona atau covid-19.

“Informasi itu hoaks dan sangat meresahkan masyarakat di Mamuju. Saya sudah perintahkan unit reskrim untuk kejar pelaku penyebar hoaks itu. Ada perbuatan tentu harus bisa dipertanggung jawabkan. Kita tunggu hasilnya nanti, semoga bisa segera diamankan,” tegasnya dalam saat press rilis, Senin (25/5/2020).

“Tidak benar sebanyak itu anggota yang terpapar covid-19. Yang ada hanya Bripka Muh. Hasbi saja dan itu dibuktikan melalui hasil rapid test.

Polres Mamuju menunggu pengumuman resmi hasil swab test dari Rumah Sakit Unhas Makassar. Sedang satu orang rekan jaganya, Bripka Afrisal, sedang diisolasi di Rumah Sakit Regional Mamuju, sembari menunggu hasil swab 4 hingga 5 hari ke depan.

Kapolresta Mamuju kembali menegaskan akan mengejar pelaku penyebar hoax. Sebab sudah meresahkan dan membuat maupun menyebarkan berita tidak benar serta merusak citra institusi Polri.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak terhasut dengan info-info tidak benar yang tersebar di media sosial. Menganalisa setiap berita yang diterima di tengah masyarakat. “Lihat manfaatnya. Bila baik silahkan diteruskan, bila buruk cukup konsumsi pribadi atau lansung di-delete saja,” ujarnya.

Sebelumnya beredar percakapan di media sosial yang menyebutkan ada 31 personel Polres Mamuju terpapar covid-19. “Informasi penting buat teman2 PU: mengenai berita bhw ada 31 org polisi Polres Mamuju terpapar virus covid 19 itu benar adanya krn sy barusan di Tlp lgsg teman polisi PDP tsb dari ruang isolasi di RS regional ,harap jaga keluarga & sanak saudara dari paparan virus tsb terutama org2 yg pernah berhubungan dgn 31 org tsb baik dari istri2 nya , teman2 nya & tetangganya . Tks,” tulis pesan tersebut yang belum jelas sumbernya.

Komentar Anda
Baca Juga:  Alokasi APBN Sulbar 2018 Rp 9,9 Triliun
error: Content is protected !!