Lewati ke konten
mandarnesia.com
  •  
  • Pencarian
  • Terms of Service
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Youtube
  • Update
    • Sulbar Terkini
    • Nasional
    • Polewali Mandar
    • Mamuju
    • Majene
  • Cek Fakta
  • Podcast
  • Laporan Netizen
  • Suara Parlemen
  • Mandariana
  • Edunesia
  • Pemilu
    • Pemilukada
  • Video
    • News
  • Wisatanesia
    • Atraksi Budaya
    • Kuliner
    • Obyek
  • Opini
    • Tajuk
    • Noktah
    • Berita Foto
  • Tipstriknesia
  • Sastra
  • Smart Millennials
  • Adsnesia
  • Pencarian
  • Search Results
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Redaksi
  • Alamat Redaksi
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
Homepage » Opini » Podang, Jadi Pusat Pemerintahan Sendana
Sejarah

Podang, Jadi Pusat Pemerintahan Sendana

13 November 202213 November 2022oleh redaksi
oleh redaksi
  • Budianto Hakim
  • 16a
  • 16c
    Makam I Pura Para’bue di Banua, Sendana
    Makam I Pura Para’bue di Banua, Sendana

    Sementara Drs. H. Kalang Sadaid dan Muhammad Soenoesi (Pa’bicara Tangnga Sendana) mengklaim bahwa Tomanurung pertama di Sendana adalah I Mana Pahodo, dialah yang digelar Tomesaraung Bulawang sebagai pendiri Kerajaan Sendana. Hal ini bisa dibaca dalam makalah yang disumbangkan pada acara Seminar Kebudayaan Mandar di Majene, 1984 dengan Judul “Sejarah Sendana Selayang Pandang” hal. 284.

    Salah satu makam di Banua yang bertuliskan kalimat tauhid
    Salah satu makam di Banua, Sendana yang bertuliskan kalimat tauhid

    Sosok Tomesaraung Bulawan sendiri sampai saat ini masih saja diperdebatkan sebab versi Lontar Mandar (Suradi Yasil dkk) menyebutkan bahwa Tomesaraung Bulawang adalah seorang perempuan yang tak lain adalah istri dari Daeng Palulung atau Topapo.

    Baca Juga:

    • Bagian 6: Melayari Jejak Lampau dari Makam Todilaling
    • Rimba Peradaban Sendana
    • Melacak Jejak Pendiri Kerajaan Sendana

    Sementara Kallang Sadaid mengklaim Tomesaraung Bulawang, bukanlah nama asli. Saraung bulawang yang dalam bahasa Indonesia berarti topi yang terbuat dari emas. To diawalan kata saraung bulawang bermakna orang yang memakai topi emas. Dari  pengertian ini telah melahirkan perbedaan pendapat dikalangan sesepuh dan sejarawan Sendana.

    Ada yang beranggapan bahwa Tomesaraung bulawang  itu adalah seorang laki-laki namanya Amana Pahodo’ dan dia adalah pendiri kerajaan Sendana (Kalang Sadaid, 1984) Sementara Lontar Pattappingan menyebutkan bahwa Tomesaraung Bulawang adalah seorang putri Arung Bone yang dipersunting oleh Daeng Palullung (putra Datu ri Luwu’) yang dikemudian tiba di Sa’adawang (Sendana) dan membentuk pemerintahan/kerajaan Sendana.

    Hal yang juga masih diperdebatkan adalah kelahiran kerajaan Sendana pada abad ke-13 tapi kemudian terdapat juga kisah perjumpaan Topapo dengan adiknya, Todzibonde di Batu Mara’dia (di Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana).

    Dikisahkan, bahwa saat mereka bertemu, keduanya menggunakan sapaan sebagaimana tradisi masyarakat Islam, “Assalamu’alaikum yang kemudian berjawab Wa’alaikumussalam”.

    Keberadaan panji atau bendera Cakkuriri, bendera kebesaran Kerajaan Sendana yang didatangkan oleh Todzibonde, telah pula melambangkan kalimat tauhid atau syahadat bertuliskan Arab “Lailaha Illallah Muhammadan Rasulullah”. Ini berarti Islam sudah masuk ke Kerajaan Sendana sejak periode Sa’adawang. Fakta dilapangan, makam Daeng Palulung dan Daeng Sirua maupun Amana Pahodo di Sa’adawang Buttu Suso itu orientasinya bukan utara selatan, melainkan orientasi barat timur.

    Makam yang orientasi barat timur umumnya dianggap sebagai makam pra Islam. Bagaimana mungkin seorang muslim dimakamkan layaknya tradisi pemakaman pra Islam.

    Baru sampai pada persoalan Amana Pahodo dan Tomesaraung Bulawang serta Islam yang masuk sejak Abad ke-13 di Sendana saja pasti diperdebatkan sebab Syekh Zakariah dalam riwayatnya adalah penganjur Islam di Sendana datangnya hamper bersamaan dengan Raden Mas Suryodilogo.

    RM. Suryodilogo sendiri direkam dalam lontar masuk ke Mandar pada tahun 1650 M. Ini persoalan yang tentu saja membutuhkan riset lebih mendalam dan peran arkeolog. Inilah yang menjadi tugas dan tanggung jawab para peneliti BRIN ini masuk ke Sendana kali ini.

    (Bersmbung)

    Laman sebelumnya

    Bagikan

    • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
    • Tweet
    • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp

    Menyukai ini:

    Suka Memuat...
    Halaman: 1 2 3 4 5

    Ditag Mandar Podang Raden Mas Suryodilogo Sejarah Sendana
    Berita Terkait
    • Dosen UIN Raden Intan Lampung Jadi Penulis Sejarah Nasional Indonesia
    • Dr. Abd Rahman Hamid Ungkap Sejarah Emigrasi Jawa di Lampung 1902–1941
    • MSI Sulbar Dukung Penulisan Ulang Sejarah Indonesia dengan Pendekatan Ilmiah dan Objektif
    • Kerajaan Passokkorang, Fakta Baru Protosejarah Mandar
    • Menolak Lupa: Membangun Kesadaran Kolektif Lewat Kenangan (Bagian 4)
    oleh redaksi
    • Ikuti Kami Pada

    Navigasi pos

    Pos sebelumnya Masihkah Sulbar Butuh Gelar Pahlawan?
    Pos berikutnya Porprov IV, Pemkab Mamuju Diminta Bersikap

    Baca Juga

    • Menanam Mandar dalam Urat Nadi: Dari Narasi Menuju Implementasi
    • IGI Majene Sukses Gelar Workshop Penulisan Esai dan Bedah Beban Kerja Guru
    • Pengelolaan Toko Swalayan di Polman Diatur Ulang, Satpol PP Lakukan Sosialisasi
    • Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah Sebuah Rekonstruksi Pedagogis Berbasis Konteks Sulawesi Barat
    • Bimantara Kecam Penari di Makam Todilaling, Ini Respons Admin Pesona Mandar

    Komentar

    Selamat Jalan Puang Jenderal
    Dr. Aco Musaddad: Desa Jadi Kunci Pusat Data Stunting, ATS, dan Kemiskinan
    Pemkab Polewali Mandar Perkuat Kualitas ASN, Bahas Latsar CPNS Bersama BBPKAPDN Regional IV
    Merawat Kata, Menumbuhkan Makna: Membangun Ekosistem Literasi 
    Pasar Tradisional, Generasi Muda, dan UMKM: Masa Depan Pasar Wonomulyo Dipertaruhkan
    Bupati Polman Bicara Tegas di Rakor Sulbar: Tanpa Kolaborasi, Pembangunan Daerah Tak Akan Efektif

    @mandarnesia.com 2022
    • Terms of Service

    Redaksi mandarnesia.com

    KANTOR MAMUJU

    Jl. Padang Bulan, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju

    Sulawesi Barat 91515

     

     

    : redaksi@mandarnesia.com

    : redaksi.mandarnesia@gmail.com

    Topik Populer

    • Sulbar
    • Polewali Mandar
    • Mamuju
    • Majene
    • Sulawesi Barat
    We use cookies on our website to give you the most relevant experience by remembering your preferences and repeat visits. By clicking “Accept”, you consent to the use of ALL the cookies.
    Do not sell my personal information.
    Cookie settingsACCEPT
    Manage consent

    Privacy Overview

    This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may affect your browsing experience.
    Necessary
    Always Enabled
    Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. These cookies ensure basic functionalities and security features of the website, anonymously.
    CookieDurationDescription
    cookielawinfo-checbox-analytics11 monthsThis cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Analytics".
    cookielawinfo-checbox-functional11 monthsThe cookie is set by GDPR cookie consent to record the user consent for the cookies in the category "Functional".
    cookielawinfo-checbox-others11 monthsThis cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Other.
    cookielawinfo-checkbox-necessary11 monthsThis cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookies is used to store the user consent for the cookies in the category "Necessary".
    cookielawinfo-checkbox-performance11 monthsThis cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Performance".
    viewed_cookie_policy11 monthsThe cookie is set by the GDPR Cookie Consent plugin and is used to store whether or not user has consented to the use of cookies. It does not store any personal data.
    Functional
    Functional cookies help to perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collect feedbacks, and other third-party features.
    Performance
    Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.
    Analytics
    Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.
    Advertisement
    Advertisement cookies are used to provide visitors with relevant ads and marketing campaigns. These cookies track visitors across websites and collect information to provide customized ads.
    Others
    Other uncategorized cookies are those that are being analyzed and have not been classified into a category as yet.
    SAVE & ACCEPT
    error: Content is protected !!
     

    Memuat Komentar...
     

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.

      %d