Pengelolaan Sampah Terkendala Anggaran

oleh
Pengelolaan Sampah Terkendala Anggaran -
Petugas Kebersihan Mamuju sedang mengangkut sampah

MAMUJU – Slogan ‘Mamuju Mapaccing’ sebagai bentuk keseriusan Pemkab Mamuju melahirkan kota yang bersih, tak berbanding lurus dengan anggaran untuk mewujudkan slogan tersebut.

Ditemui Mandarnesia.com di D’Hotel Maleo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Hamdan Malik mengatakan, anggaran untuk Mamuju Mapaccing ke depan diharapkan bisa ditingkatkan. Tidak lagi hanya satu persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.

[perfectpullquote align=”full” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]”Supaya kami bisa membuat kegiatan-kegiatan yang terjun langsung ke masyarakat. Antara lain pembersihan-pembersihan yang bukan hanya rutinitas yang kami lakukan, tetapi ada kegiatan patroli di jalan,” ujar Hamdhan, Rabu (19/7/2017).[/perfectpullquote]

Hamdan menilai, anggaran kebersihan tidak sebanding dengan dengan APBD Kabupaten Mamuju. Untuk anggaran di tahun 2017, DLHK hanya memiliki Rp5.250.341.20. Sedangkan total belanja mencapai Rp1.083.987.777.445 dengan persentase 0,59 persen.

“Lima sampai 10 persen angaran yang seharusnya digunakan untuk membersikan Mamuju. Kalau bisa persentasenya bisa sampai lima persen, sekarang kan tidak sampai satu persen,” urainya.

#SudirmanSyarif/BusriadiBustamin