MANDARNESIA.COM, Polewali — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan kembali peran strategis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan zaman. Hal itu disampaikan dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Kabupaten Polewali Mandar di Masjid Agung Syuhada Polewali, Sabtu (17/1/2026).
Mewakili Bupati Polewali Mandar, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Aco Musaddad HM, M.Ag., M.Si, hadir sekaligus membacakan sambutan tertulis Bupati di hadapan ratusan guru agama dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutan tersebut, Bupati menitipkan tiga pesan utama kepada para guru PAI sebagai fondasi menyiapkan masa depan generasi Polewali Mandar yang unggul secara intelektual, spiritual, dan moral.
1. Pendidikan Agama Harus Inovatif dan Relevan dengan Zaman
Bupati menekankan pentingnya transformasi metode pembelajaran agama Islam agar tidak berhenti pada pendekatan tekstual. Guru PAI didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pendidikan agama harus mampu menjadi jawaban atas tantangan zaman, sehingga nilai-nilai akhlakul karimah tetap relevan dan menarik bagi generasi Z dan generasi Alpha di Polewali Mandar,” ujar Aco Musaddad saat membacakan sambutan Bupati.
2. Guru Agama sebagai Arsitek Moral dan Filter Budaya
Pesan kedua menyoroti peran guru agama sebagai arsitek moral sekaligus filter budaya di tengah derasnya arus informasi global. Guru PAI diharapkan mampu membimbing peserta didik agar kritis menyaring nilai-nilai luar yang tidak sejalan dengan kearifan lokal dan nilai religius.
Kontribusi guru agama dinilai sangat menentukan dalam membentuk karakter siswa yang jujur, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia.
3. Fondasi Spiritual Menuju Generasi Emas 2045
Pesan terakhir menegaskan bahwa cita-cita Generasi Emas 2045 hanya dapat terwujud jika pembangunan sumber daya manusia tidak semata bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga diperkuat oleh kecerdasan spiritual.
Momentum Isra’ Mi’raj—yang melahirkan perintah shalat—ditekankan sebagai pengingat pentingnya memperkokoh tiang agama dalam kehidupan peserta didik sejak dini.
“Fisik bangunan bisa dibangun dengan anggaran, tetapi membangun jiwa dan karakter generasi muda membutuhkan ketulusan, kesabaran, dan keteladanan para guru agama,” tambah Aco Musaddad.
Acara peringatan Isra’ Mi’raj ini berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus AGPAI Polewali Mandar, tokoh agama, serta unsur jajaran Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi besar para pendidik agama Islam di Bumi Maloqbi.
(Rls/WM)











