Adab Menyambut Hari Raya Idul Fitri

oleh

Tidak terasa Ramadan kembali meninggalkan umat muslim. Semoga kita semua mendapatkan rahmat dan hidayah serta dipanjangkan umur untuk menjalani ibadah Ramadan selanjutnya.

Setelah berpuasa Ramadan umat muslim akan masuk 1 Syawal ditandai dengan Perayaan Idul Fitri.

Dalam merayakan Idul Fitri ada beberapa adab yang harus diketahui untuk setiap kaum muslimin untuk memesrai idul fitri.

OkeZone.com merilis penjelasan Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 437), menyebutkan adab-adab menyambut hari raya.

1. Menghidupkan Suasana di Malam Hari

Menjelang Hari Raya (Id), umat Islam dianjurkan menghidupkan suasana di malam hari sebelumnya. Artinya umat Islam tidak sebaiknya tidur awal, tetapi menyibukkan diri terlebih dahulu dengan hal-hal yang berkaitan dengan persiapan pelaksanaan Salat Id di pagi harinya.

2. Mandi di Pagi Hari
Sebelum salat id, disunahkan mandi di pagi hari dengan mengguyur seluruh tubuh dan anggota badan, yakni dari rambut di kepala hingga telapak kaki dengan air.

3. Membersihkan Badan dan Memakai Wewangian

Setelah mandi diajurkan juga membersihkan anggota badan seperti memotong dan membersihkan kuku, memakai pakaian bersih dan memakai wewangian seperti parfum atau bedak wangi. Atau, cukup dengan memakai sabun wangi ketika mandi.

4. Menyantap Makanan Ringan

Khusus di Hari Idul Fitri dianjurkan menyantap makanan ringan sebelum berangkat menuju tempat dilaksanakannya salat id. Hal ini sekaligus untuk menandai bulan Ramadan benar-benar telah berakhir dengan tibanya bulan Syawal.

5. Berangkat ke Tempat Salat Id Melewati Jalan yang Nerbeda dengan Ketika Pulang

Dari awal sebaiknya sudah ada niatan untuk melewati jalan yang berbeda dengan ketika pulang. Dengan cara seperti ini dimungkinkan untuk bertemu dengan lebih banyak orang sehingga menambah teman dan menyambung silaturrahim dengan teman-teman lama atau saudara yang lama tidak berjumpa.

6. Membaca Takbir

Selalu membaca takbir: اللَّهُ أَكْبَرُ “Allâhu akbar” (Allah Mahabesar).

7. Membaca Zikir
Memperbanyak bacaan zikir: ُلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله “Lâ ilâha illallâh” (Tiada Tuhan Selain Allah).

8. Membaca Tasbih
Membaca tasbih: سُبْحَانَ اللَّهِ “Subhânallâh” (Mahasuci Allah).

9. Membaca Hamdalah

Membaca hamdalah di antara takbir yang diulang-ulang seperti berikut:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ اللَّهُ أَكْبَرُ،اللَّهُ أَكْبَر وللهِ الْحَمْدُ
(Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, Lâ ilâha illallâh, Allâhu akbar, wa lillâhil hamdu)

Artinya: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, dan segala puji bagi Allah.”

10. Khusyuk Mendengarkan Khotbah Setelah Salat Id

Khusyuk mendengarkan khotbah, tidak berbicara dengan orang lain. Berbeda dengan khutbah salat Jumat, khotbah salat id dilaksanakan seusai salat. Oleh karena itu, seusai salat sebaiknya tidak meninggalkan tempat.

11. Pulang melewati jalan yang berbeda dengan ketika berangkat

Pulang melewati jalan yang berbeda dengan ketika berangkat. Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunah bakdiyah di tempat yang berbeda dari tempat kita melaksanakan sholat fardhu. Hal ini tentu memiliki hikmah agar semakin banyak tanah terdapat jejak-jejak kita melaksanakan sholat yang diyakini sangat berguna kaitannya dengan hisab dan kesaksian di akhirat.

12. Bertegur Sapa dengan Ramah Agar Tidak Digunjing Orang

Selama dalam perjalanan pulang menuju rumah hendaknya kita bertegur sapa dengan ramah. Hal ini pertanda sebagai kegembiraan umat Islam di hari raya sekaligus untuk menghindari gunjingan, misalnya karena dianggap bersikap sombong dan sebagainya.
Wallahu a’lam bishawab.

Pimpinan dan Jajaran redaksi mandarnesia.com mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, semoga Allah SWT masih mempertemukan ramadan yang akan datang, semoga amal ibadah kita semua diterima di sisi Allah SWT.

Sumber: (okezone.com/han)