Timsel KPU Mateng Masih Menunggu Pendaftar

mandarnesia.com — Tim Seleksi Calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) masih menunggu pendaftar hingga pukul 24.00 WITA.

Dihubungi mandarnesia.com, Ketua Timsel Calon Komisioner KPU Mateng, Saharuddin menyampaikan bahwa Timsel telah menerima 15 pendaftar.

“Sampai pukul 17.30 Wita, Timsel telah menerima pendaftaran 15 orang,” kata Saharuddin kepada mandarnesia.com, melalui sambungan telepon, Senin (13/3/2018) malam.

Sesuai aturan pendaftar KPU untuk Mamuju Tengah (Mateng) minimal 18 orang atau tiga kali enam dari kebutuhan.

Jika tak memenuhi standar, Timsel akan memperpanjang pendaftaran sampai tanggal 20 Maret 2018.

“Sesuai aturan akan diperpanjang selama tujuh hari lagi,” ungkapnya.

Untuk empat kabupaten yang serentak melaksanakan pendaftaran calon KPU Kabupaten, informasi terakhir, Pasangkayu 25 pendaftar, Mamuju 27, Mateng 15, dan Majene 32 orang.

Namun ia tetap yakin bahwa berkas pendaftaran akan terpenuhi sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

“Insya Allah Mateng juga memenuhi, karena ada beberapa yang mengonfirmasi akan mendaftar dan sedang di perjalanan,” ungkapnya.

Tahapan selanjutnya, Timsel akan melaksanakan Computer Assisted Tes (CAT) pada tanggal 26 Maret.

Kesiapan hal tersebut, Timsel mengatakan telah melakukan survei di beberapa tempat yang dianggap memenuhi syarat.

“Saya survei SMA Negeri 1 Mamuju, SMK Negeri 2 Majene, dan kantor LPMP Mejene. Tim dari pusatlah yang menentukan, kita hanya mengusulkan,” tutupnya.

Reporter: Sudirman Syarif

Baca Juga:  Hasil Ujian Seleksi PPK Diperiksa di Depan Peserta, KPU Mateng Diapresiasi

admin

MANDARNESIA.COM sebuah organisasi media yang bertujuan mendorong perbaikan mutu jurnalisme. Gagasan besar ini untuk merespon makin tumbuhnya jurnalistik, dan media baru di Indonesia. Akses jaringan internet dan sarana yang mudah dijangkau saat ini memberi peluang bagi siapapun untuk bertindak apapun termasuk dalam memanfaatkan celah industri media baru, yakni proses media yang sangat berbeda dari metode jurnalistik sebelumnya.

error: Content is protected !!
Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada yang bisa kami bantu?