Silaturahmi Mahasiswa se-Jawa-Bali dan Gubernur Sulbar

oleh
Silaturahmi Mahasiswa se-Jawa-Bali dan Gubernur Sulbar -

Catatan: Dwiki Nursada Masdar

SABTU, 8 Juli 2017. Mahasiswa rantau berkunjung ke kediaman Ali Baal Masdar (ABM) Gubernur Sulawesi Barat, tepatnya di Matakali. Momen ini berlangsung dari pukul 22.00 sampai 22.45 Wita. Dalam pertemuan tersebut, selain silaturahmi mahasiswa rantau juga membahas tindak lanjut agenda Forum Konsolidasi Mahasiswa Sulawesi Barat se-Jawa-Bali (FKMSB-Sejali).

Sejak Juli 2015, Forum tersebut didiskusikan untuk kemudian dibentuk. Prosesnya berawal dari Temu Mahasiswa Rantau Sulawesi Barat se-Jawa-Bali yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama di Beru-Beru Cafe Polewali Mandar, Selasa, 14 Juli 2015 yang bertema “Satu Visi Untuk Generasi Baru Sulawesi Barat.”

Kemudian dilanjutkan pertemuan kedua di kediaman Ilham Muslimin pada tanggal 20 Juli 2015 di Desa Tangnga-Tangnga, Tinambung. Disinilah penamaan FKMSB-Sejali dimulai, sebagai wadah silaturahmi/konsolidasi untuk menjembatani seluruh mahasiswa/i Sulbar se-Jawa-Bali. Dalam rencana mengukuhkan FKMSB sebagai organisasi daerah Se-Jawa dan Bali itu, perwakilan organisasi tingkat Provinsi Sulawesi Barat, yang ada di Jawa dan Bali semuanya hadir.

Gubernur Sulawesi Barat, dalam pertemuan dengan mahasiswa rantau malam lalu, menegaskan bahwa semangat FKMSB-Sejali harus tetap berjalan untuk mengorganisir mahasiswa di perantauan. Pertemuan ini yang diwakili tiga organisasi yang berada di pulau Jawa, yakni dari pihak IKMSB Malang Ilham Rusali (Ketua IKMSB Malang periode 2017-2019), Muhammad Sulfian (Sekjend IKMSB Malang), Ketua Demisoner IKMSB Malang Rikab Darwis, Nurman Samad (Sekjend SANDEK Jakarta), dan beberapa mahasiswa Jogja di antaranya, Ilham Muslimin (pengurus Demisioner IKAMA Sulbar Yogyakarta 2015-2017), Dwiki Nursada Masdar (DNM) selaku Ketua IPMPY periode 2017-2019, Fahmi Otonk dan Wahyu Anugrah Madja.

“Dengan FKMSB sebagai sebagai forum komunikasi organisasi daerah ini bisa kita mempermudah pendataan mahasiswa yang ada di pulau Jawa dan Bali. Ke depan kita akan libatkan dalam pembangunan Sulawesi Barat, dan penelitian tentang pembangunan SDA-SDM, maupun mengenai sejarah daerah,” jelasnya ABM, Sabtu malam.

DNM selaku perwakilan mahasiswa Jogja, mengatakan, “Hal demikian, sangat membantu keberlangsungan silaturahmi mahasiswa rantau se-Jawa-Bali. Bisa sama-sama mendorong kearifan lokal terutama di Sulawesi Barat yang sekarang hampir punah.”

Pihak SANDEK Sulbar Jakarta (Serikat Nasional Akademisi Sulawesi Barat Jakarta) yang diwakili Nurman Samad selaku Sekjend, merespon positif adanya FKMSB.

“Sandek adalah satu -satunya organisasi mahasiswa Sulbar yang ada di Jakarta di awal terbentuknya sebelum berganti nama IPM Sulbar-Jakarta (Ikatan Pelajar Mahasiswa). Tapi pada 2013 kita deklarasi dan pengukuhan di anjungan Sulbar di TMII Jakarta,” terang Nurman Samad.

Dalam silaturahmi ini forum mahasiswa juga meminta kesedian Gubernur untuk memasilitasi pelantikan kepengurusan SANDEK Jakarta periode 2017-2018, dan dialog publik bersama Gubernur Sulawesi Barat.

Gubernur langsung merespon dan memerintahkan asistennya untuk mengatur jadwal tersebut pada tanggal 11 Juli 2017, di kantor Gubernur. Rencananya perwakilan mahasiswa se-Jawa-Bali, dan kepala sekolah tingkat menengah ke atas akan ikut diundang.

“Sebagai bentuk sosialisasi pendidikan pada sekolah-sekolah untuk mendorong siswa/i untuk lanjut ke perguruan tinggi,” sebut Nurman.

Dihubungi terpisah, Mahlil Ketua IKPSMB Samarinda, menyambut baik adanya forum untuk merekatkan mahasiswa perantau.

“Mudah-mudahan setelah Jawa dan Bali, bisa meluas ke daerah lain seperti Kalimantan, Sumatera, dll,” harapnya.

Ilham Rusali (Ketua IKMSB Malang), berharap pemerintahan Sulawesi Barat dapat bersinergi dengan kawan-kawan mahasiswa di manapun berada.

[perfectpullquote align=”full” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””] “Serta merespon positif tindak lanjut dari konsolidasi se-Jawa Bali tahun 2015 silam, untuk mengadakan komunikasi terpusat sehingga wadah mahasiswa di luar provinsi Sulawesi Barat dapat menjadi kiblat organisasi pelajar-mahasiswa. Baik secara kuantitas maupun kualitas, sesuai dengan moto IKM SB Malang “Malilu Sipaingarang Manus Siorongngi,” jelas Ilham Rusali.   [/perfectpullquote]

“Insya Allah fasilitas berupa asrama untuk mahasiswa asal Sulawesi Barat di Malang segera terwujud, karena Pemerintah Provinsi telah menyepakatinya,” tandasnya. (*)