MANDARNESIA.COM, Depok — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama mitra pembangunan, termasuk UNICEF dan WHO, menegaskan kembali komitmen nasional untuk memperkuat program imunisasi dalam momentum Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang diselenggarakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5/2026).
Rilis resmi Kemenkes yang dipublikasikan 3 Mei 2026 mentebut bahwa data menunjukkan, cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 80,2 persen pada 2025. Meski mengalami peningkatan, masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali. Kelompok ini menjadi fokus utama intervensi pemerintah ke depan.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa penguatan imunisasi rutin menjadi prioritas utama pascapandemi COVID-19.
“Setelah pandemi, cakupan imunisasi kita sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis bisa meningkat jika cakupan tidak optimal,” ujar dr. Andi dalam rilis Kemenkes, Minggu (3/5/2026).
Ia juga memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi ketersediaan vaksin secara nasional.
“Kami pastikan ketersediaan vaksin aman, bahkan hingga sembilan bulan ke depan. Tidak boleh ada lagi alasan kekurangan vaksin. Selain itu, distribusi dan kualitas rantai dingin di daerah juga harus dijaga agar imunisasi berjalan optimal,” tambahnya.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menekankan bahwa imunisasi adalah hak dasar anak yang harus dipenuhi, sekaligus pentingnya menjangkau kelompok yang belum terlayani.
“Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama. Namun, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat,” jelasnya.
Dari sisi global, perwakilan WHO Indonesia, dr. Olivia, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif.
“Vaksin telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa di dunia. Ini adalah investasi kesehatan yang sangat cost-effective dan harus terus diperkuat melalui sistem yang berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif.
“Tidak semua negara merayakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif seperti Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri, menekankan pentingnya momentum PID 2026 untuk mempercepat capaian program imunisasi nasional.
“Melalui rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia, kami ingin menguatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa imunisasi sangat penting untuk melindungi generasi kita. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” ujarnya.
Pekan Imunisasi Dunia merupakan inisiatif global yang diperingati setiap tahun. Tahun ini, tema global “For Every Generation, Vaccines Work” menegaskan bahwa vaksin terbukti efektif melindungi semua generasi.
Mengusung tema nasional “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia”, peringatan ini menekankan bahwa imunisasi bukan hanya untuk anak, tetapi perlindungan kesehatan sepanjang siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara puncak PID 2026 juga dimeriahkan dengan fun walk yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, serta layanan imunisasi bagi masyarakat sebagai bentuk komitmen mendekatkan akses vaksinasi.
Salah satu orang tua penerima layanan, Dila (33), turut membagikan pengalamannya setelah anaknya mendapatkan imunisasi dalam kegiatan tersebut.
“Ini imunisasi PCV ke-3, seru dan tidak perlu antre panjang. Saya berharap imunisasi ini dapat membantu menjaga kesehatan dan melindungi anak saya dari berbagai penyakit menular,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, pemerintah optimistis target cakupan imunisasi nasional dapat tercapai, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id.(Rls-Kemenkes/WM)









