Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Resensi Novel: Cinta Bertabur di Langit Mekkah

Oleh: Desti, Mahasiswa Unasman

Novel Cinta Bertabur di Langit Mekkah merupakan novel yang bertemakan roman berbau Islami. Novel ini juga bercerita tentang seorang gadis yang lelah menghadapi kehidupan dunianya,meskipun telah banyak prestasi yang diraihnya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk pergi haji ke tanah suci.

Di tanah suci Rhada bertemu dengan seorang lelaki yang  sering  membantunya di kala ia kesusahan, dia adalah Yusuf. Yusuf adalah seorang pengusaha sukses asal Jakarta. Rhada mengakui bahwa hatinya menyukai Yusuf, dan orang tuanya pun sangat terkesan oleh sikap Yusuf, sering membantu Jemaah haji asal Indonesia yang kesusahan.

Saat sedang berjalan-jalan bersama kedua orang tuanya, Rhada mendengar ada suara yang memanggil namanya. Rhada pun menoleh kekanan, dan ternyata dia adalah Rudi teman Rhada semasa duduk di bangku SMA. Awal pertemuan Rhada dan Rudi di Mekkah hanya diisi dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana.

Namun setelah seringnya mereka berjumpa, Rudi pun kembali menagih atas  pertanyaan cintanya dulu dan mengajak Rhada untuk menikah. Rhada sempat bingung, tapi akhirnya dia yakin bahwa Rudi bukanlah pengisi hatinya. Walaupun Rhada sangat menyukai sosok Rudi yang sekarang karena Rudi terlihat lebih Islami tetapi Rhada tetap menolaknya dengan halus.

Rhada berdoa semoga Rudi bisa menerima jawabannya dengan ikhlas dan mendapatkan sosok pasangan yang lebih baik darinya.Doa Rhada ternyata terdengar oleh Allah, tak berapa lama kemudian ketua rombongan haji yang diikutinya mengumumkan bahwa Rudi akan melangsungkan pernikahannya dengan Mutia, teman sekamar Rhada selama di Mekah.

Mekkah kali ini terasa begitu lengkap, karena hari ini adalah hari yang sangat berarti bagi Mutia dan Rudi yang sedang melangsungkan pernikahan.Semua orang yang melihatnya terlihat begitu gembira, termasuk Rhada. Melihat kebahagiaan mereka, Rhada merasa iri dan ingin segera dipinang oleh seorang lelaki.

Sunggu di luar dugaan, ternyata Yusuf juga menyimpan perasaan yang sama kepada Rhada. Yusuf melamar Rhada tak berapa lama setelah pernikahan Mutia dan Rudi usai. Rhada hanya bertunduk malu dan menjawabnya dengan anggukan kepala. Kedua orang tua Rhada tak henti-hentinya mengucap syukur, karena akhirnya Rhada dilamar Oleh Yusuf.

Peristiwa dilamarnya Rhada oleh Yusuf adalah berita buruk yang harus diterima oleh Osman. Osman menelpon Rhada dan mengajak untuk menikah. Tetapi Rhada menolak ajakan Osman dengan halus dan baik. Rhada sudah memantapkan hatinya untuk Yusuf. Sehingga ia lebih memilih Yusuf, pria yang dikenalnya di tanah Suci. Rencana mereka akan melangsungkan pernikahan setelah pulang dari Mekkah.

Kelebihan: Novel ini tidak hanya menampilkan kisah yang berbau romansa saja tetapi konsep nuansa Islami yang sangat mendalam dalam cerita ini.

Kekurangan: Konflik yang ada dalam cerita kurang kurang ditonjolkan, dan konflik batinnya juga kurang dikembangkan.

Saran : Seharusnya penulis lebih mengembangkan lagi konflik dalam novel tersebut menjadi menarik untuk dibaca.

Judul: Cinta Bertabur di Langit Makkah; Penulis: Roidah; Tahun terbit: 2009, Editor: Khari Rumanti Sayed Mahdi; Desainer Cover : Farid Sanbilach; Tebal: 19 cm + 220 halaman; Penerbit: Esensi;

Catatan: Kemungkinan novel ini dibuat sebelum perubahan bentuk baku dari Mekkah ke Mekah, atau mungkin di pengaruhi kewenangan seorang penulis dalam memakai sebuah diksi yang dianggap indah untuk dibaca. Wallahua’lam  

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: