Kurangi Intervensi Politik Pada Dunia Pendidikan

oleh
Kurangi Intervensi Politik Pada Dunia Pendidikan -
Upacara Peringatan Hardiknas di Pemprov Sulbar. Foto: Ist/mandarnesia,com

MAMUJU-Tepat 2 Mei kembali diperingat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Dengan harapan, kualitas pendidikan bisa terus meningkat khususnya di Sulawesi Barat (Sulbar).

Pengamat Pendidikan Sulbar Sri Musdikawati berharap, melalui momentum Hardiknas fasilitas sekolah yang berada di perkotaan dan di desa tidak lagi berbeda.

“Kemudian menggali nilai-nilai budaya Mandar relevan dengan pendidikan karakter, sehingga pendidikan berbasis budaya Mandar diintegrasikan dalam setiap pembelajaran, pembelajaran muatan lokal bahasa, sastra, sejarah, dan kebudayaan Mandar perlu segera di per dakan,” kata Sri, via WhatsApp, Selasa (2/5/2017).

Ia juga mengatakan, penggalian nilai-nilai pendidikan karakter sesuai budaya Mandar masih sangat kurang. Sehingga saling menghargai masih sangat rendah.

“Masih kurangnya fasilitas serta bacaan di sekolah-sekolah terutama di daerah terpencil. Jejak kebudayaan kita dikhawatirkan suatu saat akan hilang,” ujarnya.

“Semoga pada Hardiknas tahun ini menjadi momentum perenungan kita bagaimana memaksimalkan semua potensi yang ada, meningkatkan kualitas dan kompetensi guru lewat pelatihan dan pendidikan. Serta, mengurangi intervensi politik pada dunia pendidikan,” tambah Sri.

Terpisah, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, data Tahun 2016 sebanyak 7,25 persen penduduk Sulbar berumur 15 tahun ke atas buta huruf. Angka buta huruf laki-laki 5,78 persen lebih rendah daripada penduduk perempuan.

Selanjutnya, Angka Partisipasi Sekolah (APS) sebanyak 98,01 penduduk berusia 7-12 tahun bersekolah, 89,93 persen penduduk berusia 13-15 tahun bersekolah, dan 67,15 persen penduduk berusia 16-18 tahun masih bersekolah.

Untuk Angka Partisipasi Murni (APM) Sulbar sebanyak 95,83 persen penduduk perempuan berusia sekolah SD 7-12 tahun dan 94,90 persen penduduk laki-laki yang masih bersekolah. Pada jenjang SMP sebanyak 72,96 persen penduduk perempuan berusia sekolah 13-15 tahun dan 65,34 persen penduduk laki-laki masih bersekolah.

Sementara itu, pada jenjang SMA sebanyak 60,19 persen 16-18 tahun masih bersekolah dan laki-laki sebanyak 54,34 persen masih berstatus bersekolah.
#BusriadiBustamin