Kloter pertama jemaah haji Indonesia akhirnya tiba di Tanah Suci pada 22 April 2026. Dengan skema fast track, proses masuk di Madinah dipastikan lebih cepat tanpa antre panjang di bandara.
MANDARNESIA.COM, Madinah — Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada 22 April 2026. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan telah siap menyambut kedatangan tersebut.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyatakan kesiapan layanan mencakup akomodasi, konsumsi, hingga transportasi. Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan bandara untuk memastikan proses kedatangan berjalan lancar.
Kloter pertama dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) tahun ini kembali menggunakan skema fast track, sehingga proses keimigrasian di bandara berlangsung lebih cepat. Jemaah dijadwalkan tiba pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujar Budi di Kantor Daker Madinah, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI direncanakan turut hadir dalam penyambutan perdana tersebut.
Pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus dilakukan secara terorganisir melalui kerja sama dengan pihak syarikah. Jemaah akan diatur berdasarkan regu dan rombongan untuk menjaga ketertiban sejak kedatangan hingga pembagian kamar hotel.
Selain itu, layanan penanganan bagasi juga telah disiapkan agar barang bawaan jemaah dapat tiba dengan aman di hotel.
Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8–9 hari. PPIH juga menjamin layanan konsumsi hingga maksimal 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.
Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji. (SP-Kemenhaj/WM)











