Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Cegah Covid-19, Sembilan Petugas Puskemas Mapilli Jalani Karantina

Reporter : Busriadi Bustamin

MAPILLI,mandarnesia.com-Demi mencegah penularan covid-19, sembilan petugas di Puskesmas Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar sedang menjalani karantina mandiri.

Tindakan Karantina mandiri dilakukan, lantaran petugas diketahui telah kontak dengan salah satu pasien ibu hamil, yang saat pemeriksaan di Puskesmas Mapilli pasien mengalami hasil diagnoasi obortus. Setelah dirujuk ke RSUD Polewali pasien mengalami sesak nafas dan demam tinggi. Sehingga pihak RSUD Polewali menetapkan status PDP.

“Ada sembilan petugas yang kontak. Tujuh bidan sukarela, satu PNS bidan, dan satu perawat. Inikan pasiennya juga belum positif, tapi ini sebagai langkah pencegahan yang saya lakukan. Karena memang kemarin sudah ada yang kontak dengan pasien ibu hamil ini,” kata Saldi Kursani, Kepala Puskesmas Mapilli, Sabtu (25/4/2020) malam.

Namun informasi terakhir dari pihak RSUD Polewali kemungkinan pasien mengarah ke covid-19 sangat kecil. Karena rapid test yang dilakukan hasilnya negatif.

“Saat ini pasien sedang menjalani perawatan dan dirawat di ruang pasien, ruang biasa tidak lagi dirawat di ruang isolasi penanganan covid,” jelasnya.

Sembilan petugas sedang menjalani karantina mandiri sejak Rabu, 22 April. Sehingga Senin besok, lanjut Saldi, akan melakukan pertemuan dengan dokter di Puskesmas Mapilli. Supaya petugas yang sedang dikarantina statusnya bisa dirubah.

“Tapi kalau kita masih menunggu hasil pemeriksaannya karena dengar-dengar mau diperiksa lagi kembali, lebih baik saya masih lanjut toh untuk teman-teman. Untuk menjaga. Kita ini kan selalu menjaga kemungkinan. Alhamdulillah pelayanan di Puskesmas tidak menggangguji pelayanan dalam hal ini,” tutur Saldi sembari mengatakan belum berencana melakukan penutupan pelayananan di Puskesmas Mapilli.

Dengan adanya masa karantina tersebut, diharapkan masyarakat tidak resah maupun panik. Karena langkah dilakukan sebagai wujud pencegahan covid-19.

“Sambil isolasi mandiri juga diperlukan social distancing, jaga jarak, pakai masker dan jangan kontak. Saya juga berpesan kepada yang menjalani masa karantina ini jangan dulu keluar-keluar jaga jarak juga sama orang. Rencana 14 hari ke depan. Tapi kalau kita lihat perkembangannya di atas bisa-bisa saya evaluasi dan masa karantinanya bisa saja dipangkas,” tutup Saldi.

Foto: : Puskesmas Mapilli/Ist.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: