Tim Perpusnas RI Alihmediakan Naskah Kuno di Majene

MANDARNESIA.COM. Majene — Tim Preservasi dan Alih Media Perpustakaan Nasional RI sejak 1 – 5 Juli 2024 melakukan Upaya preservasi terhadap beberapa naskah Kuno di Kabupaten Majene.

Program Perpusnas RI ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Penerima Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2023 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada malam Gemilang Perpustakaan 2023 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki pada Rabu 11 Oktober 2023 untuk Kategori Pelestari Naskah Kuno.

“Ibu Nursam dari Majene Sulawesi Barat masuk tiga terbaik nasional bersama Masjid Agung Surakarta (Jawa Tengah) dan Yayasan IBM Dharma Palguna (Nusa Tenggara Barat),” jelas Thamrin kepada mandarnesia.com melalui rilis tertulisnya, Jumat, (04/07/2024).

Menurut pegiat literasi ini prestasi di atas yang membuat Majene mendapatkan program Preservasi dan Alih Media Naskah Kuno.

Majene memiliki 23 naskah yang sempat dilakukan konservasi baik rusak berat, sedang dan ringan. Satu Naskah gulung di Sendana sebagai obyek utama kemudian 19 naskah dari Musuem Mandar dan tiga naskah dari masyarakat yang dipegang oleh ibu Husnah di Labuang Majene.

Tingkat kerumitan setiap naskah berbeda dalam proses konservasinya karena tergantung bahan dari naskah tersebut.

Sumber Foto: Thamrin Uwai Randang

“Kita berupaya untuk terus memberikan edukasi serta pendekatan persuasif ke masyarakat agar naskah tua dan kuno yang disimpan agar berkenan diperlihatkan untuk kita data dan coba dialih media dan alih bahasa. Agar ke depan terhindar dari kerusakan sehingga barang pusaka milik leluhur yang berisi banyak pesan dan kearifan lokal ini terjaga dengan baik,” harap Thamrin.

“Teman-teman komunitas literasi dan budaya akan terus berupaya melakukan penelusuran dan pendekatan kekeluargaan kepada masyarakat yang masih menyimpan naskah tua untuk didata dan dikonservasi. Agar terjaga dengan baik,” lanjutnya.

Leni Sudiarti, S.Si.,M.Tr.A.P. Konservator Perpusnas RI selaku ketua Tim Preservasi dan Alih Media Perpusnas RI menyampaikan bahwa mereka bekerja secara efektif selama 3 hari full time.

“Kami terdiri dari delapan orang dari Perpusnas RI melakukan pelestarian fisik, yakni secara fisik bahan naskah kita perbaiki dan pelestarian informasi. Di mana isi kandungannya kita alih mediakan. Untuk fisik kita lihat kondisi fisik naskah ada yang kita tambal dan ada yang disambung apabila putus,” terang Leni Sudirti.