Isu Politik Identitas Menghambat Kemajuan Daerah

Isu Politik Identitas Menghambat Kemajuan Daerah

SENDANA, mandarnesia.com–Tim Pemenangan Patmawati-Lukman kembali melanjutkan agenda kampanye di Banua Sendana, Kecamatan Sendana. Dibarengi dengan diskusi menarik antara warga dengan pasangan calon Patmawati-Lukman, dihiasi dengan canda tawa bersama warga.

Dalam pembahasan, Armiah dan warga sepakat bahwa, isu yang dibawakan pihak sebelah yang selalu soal isu SARA, tidak baik untuk daerah.

“Politik Identitas yang selalu digaungkan pihak sebelah, sangat tidak baik untuk daerah. Kita ini tinggal di negara yang majemuk, semboyan bangsa adalah Bhinneka Tunggal Ika. Banyak juga kok orang dari daerah kita yang sukses di daerah lain dan mereka dihargai disana. Sebut saja Bupati PPU, Abdul Gafur, Cawalkot Balikpapan, Rahmat Mas’ud, Cawalkot Makassar, Munafri Arifuddin. Di akademisi ada Prof. Masjaya dan Prof. Husain Syam, yang rektor di Makassar dan Kalimantan”, tegas legislator asal PPP ini.

Armiah menambahkan, Pilkada ini memilih pemimpin, dan tentunya terjaminnya kualitas pemimpin tidak ditentukan dari sukunya. Di saat yang sama, Hasan, Koordinator Tim Desa Banua Sendana, juga ikut bicara terkait isu politik identitas.

“Susah juga, karena mereka tidak punya bahan serta kualitasnya diragukan untuk dicitrakan ke masyarakat. Ibu Patmawati sudah 25 tahun di Majene, 75 Desa/Kelurahan didatangi tiap tahunnya selama mendampingi almarhum Fahmi Massiara sewaktu menjabat Bupati, saya jamin Ibu Patma lebih memahami kebutuhan daerah dan masyarakatnya. Lebih-lebih Bapak Lukman, yang sudah puluhan tahun selalu aktif bermasyarakat, jadi tidak ada keraguan, kami yakin pasangan Patma-Lukman adalah yang terbaik,” ungkap Hasan.(*)

Baca Juga:  Terjatuh Saat Diusir Napi, Kasat Reskrim Polres Majene Jalani Operasi
Pemilukada Update