Asa Ansi

Cerpen oleh: Hardiansi, Mahasiswa Unasman

Namaku Hardiansi, kalian bisa memanggilku Ansi. Teman-temanku pun memanggilku seperti itu. Lahir 12 Agustus 1997 di Kanusuang, hampir mendekati hari Kemerdekaan bukan??. Aku anak sulung dengan empat bersaudara. Jejak pendidikan formalku SD Inp. 038 Kanusuang, SMPN 6 Wonomulyo, SMKN Bulo, hingga akhirnya aku kuliah di Universitas Al Asyariah Mandar.

Jika diingat aku mempunyai sifat pemalu dibanding anak-anak kecil lainnya waktu itu. Sewaktu SD bahkan masih kujumpai rasa malu itu. Tak seperti kebanyakan anak-anak bukan? Mungkin karena belum terbiasa berbaur.

Hingga aku menginjak Sekolah Menengah Pertama, aku sedikit membuang sifat pemaluku. Membangkitkan rasa percayadiri. Meski di awal SMP aku masih saja pendiam. Mungkin karena pergaulan, rasa percayadiriku mulai terbangun. Meski masih ada sisa-sisa sifat pemalu.

Setelah lulus SMP di Wonomulyo. SMKN Bulo menjadi sasaranku melanjutkan sekolah. Kubangun lagi rasa percaya diriku. Aku sudah mampu berbicara di depan umum, meski saja masih ada sedikit keraguan. Tak apa aku tahu ini sebuah proses.

Setelah lulus SMK di tahun 2015 lalu aku sangat ingin segera melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, di Universitas Al Asyariah Mandar tepatnya. Aku sangat ingin segera memasuki kampus biru itu. Sayangnya tak semudah itu untuk tercapai. Banyak rintangan yang harus aku lalui untuk dapat menginjakkan kaki di Kampus Biru UNASMAN.

Tahun 2019, setelah penantian empat tahun lamanya. Keinginanku tersambut, aku bisa masuk ke kampus impianku. Ujian-ujiannya pun bisa kulalui. Kuucap Alhamdulillah untuk itu semua. Segala persiapan dan pembayaran sudah kulakukan. Sisanya melakukan serangkaian kegiatan agar aku secara resmi sebagai Mahasiswa UNASMAN.

Kekhawatiran mengahampiriku ketika ospek berjalan. Selalu terbayang ‘bagaimana jadinya jika, bagaimana jadinya jika,,,’. Aku merasa tertekan tanpa teman di sini, apalagi mengingat rentang usia yang lumayan jauh dibanding dengan mahasiswa lainnya. Tapi, itu semua tak seburuk yang aku bayangkan, teman-temanku menyenangkan. Mereka mampu menghanyutkan rasa khawatir dan was-wasku.

Baca Juga:  Aksi Peduli Lingkungan HMTI UNASMAN

Tujuh hari kegiatan ospek, aku mengenal Fika. Kami sudah mengenal sebelumnya, meski dulu tak seakrab sekarang, kami satu kelompok. Tujuh hari ospek membuatku belajar untuk selalu saling menghargai, selalu disiplin, juga mengajarkan indahnya kerja sama.

Kegugupanku kembali hadir setelah ospek selesai. Melihat sosok berbeda lagi membbuarku kembali ragu. Merasa kecil dan takut memulai. Tapi tidak, aku tak ingin merasa sendiri. Kuberanikan diriku untuk menyapa seseorang yang sempat berpapasan denganku semasa Ospek kemarin. Sedikit bercerita tentang kegiatan-kegiatan ospek yang telah berlalu.

Hari pertama kuliah, selalu menjumpai di kelas dengan memperkenalkan diri. Kecanggunganku kadang-kadang nampak. Tapi kucoba untuk meredakan kegugupan itu. Kuperkenalkan diriku seperti keinginan dosen, yang hasilnya aku sudah bisa akrab dengan teman sekelasku.

Aku masuk di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Setiap fakultas memiliki Organisasi Inti. HIMAPBI atau Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia. Tempat diskusi dan saling berbagi ilmu.

Aku senang di sana, tempat yang dinamakan rumah untuk anak bahasa. Meski terkadang bertemu senior membuatku sedikit malu. Kurasa sifat pemaluku tak akan mungkin hilang dengan sempurna. Rasanya takut untuk bersuara jika berada diantara senior, aku takut salah bicara.

Waktu berlalu hingga aku tak sadar sudah menginjak semester tiga. Rasa canggung sudah mulai hilang. Aku sudah mulai mampu berbaur bahkan dengan senior sekali pun. Tak malu lagi untuk bertanya tentang tugas-tugas yang tak mampu untuk kupahami.

Mahasiswa……

Dulu, diawal menginjakkan kaki di Unasman aku kira akan menjumpai tekanan. Ternyata tidak sama sekali. Aku tetap merasakan seperti awal saat ingin masuk menjadi seorang mahasiswa. Kujumpai kesenangan juga tantangan, persis seperti bayanganku semasa lulus SMK. Dosen-dosen yang baik pun juga para senior yang membimbingku dengan baik. Aku selalu menyukai bercerita tentang masa-masa kuliah meski sebenarnya aku masih semester tiga hehehe.

Baca Juga:  Syukurlah, Piton Itu Menelan Babi Hutan

Aku yakin ini bukan ceritaku yang terakhir tapi ini hanya pengantar awal.

Sampai jumpa dilain waktu. Sekian… Kututup cerita ini…

Ilustrasi: storyiq

error: Content is protected !!
Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada yang bisa kami bantu?

Gratis Berlangganan, klik Subscribe

Selamat anda telah berlangganan Gratis

There was an error while trying to send your request. Please try again.

mandarnesia.com will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.