Masihkah, Aku Mandar

Oleh Adi Arwan Alimin

Aku ingin pulang
Memandangi tumbaq layar
Di rumah kita dengan tiang tanpa pasak
Lama aku melanglang
Mengangkangi benua
Ingin menghitung kembali
Seberapa sapaan juga senyum
Yang kita tuai dari batang bambu tuak itu

Aku ingin pulang
Menenun kemesraan yang pesai
Di rumah kita, dengan pagar melewati pundak
Sering aku lupa membilang
Soe petaweang yang lunar
Hilang dari tuah mengikat adab

Aku ingin pulang
Kembali dilahirkan tanahku
Dalam gau, kedzo, anna pau
Merupa diri tanpa segantang nilai
Tiada larik, tanpa depa berbilang

Aku ingin pulang
Memunguti setiap ingatan
Mengumpulkan serak merapuh
Aku ingin pulang
Bersama buih gelombang

Aku ingin pulang
Menengok rimbun bambu
Masihkah lurus atau melengkung
Aku ingin pulang menyeduh teh
Dari ranting lattigi di sisi pagar

Aku ingin pulang
Mengeja namaku
Masihkah Mandar?

Mandar-Mataram, 24 Januari 2017

Baca Juga:  Dominasi Pekerja Berpendidikan Rendah di Sulbar, SD Paling Banyak
error: Content is protected !!
Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada yang bisa kami bantu?

Gratis Berlangganan, klik Subscribe

Selamat anda telah berlangganan Gratis

There was an error while trying to send your request. Please try again.

mandarnesia.com will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.