Oleh ADI ARWAN ALIMIN
Saya menulis hal ini di penghujung tahun yang baru saja pecah dengan Pemilu dan Pilkada 2024. Residunya meruar ke kisi-kisi apapun hingga berubah jenggala yang sumir atau kadang lesap begitu saja. Amat panjang untuk menilik apa yang mulai di tahun ini dan akan segera selesai lusa.
Kita juga melihat perubahan signifikan di level regional, nasional dan mancanegara. Semua itu terekam dalam kata-kata dan bahasa yang diserap pembaca-netizen secara terbuka. Percakapan yang kerap mencapai titik kulminasi itu seringkali mendidih persinggungan dalam grup sempit komunitas, sebutlah WA.
Dan tak jauh dari sisi penulis, banyak pula yang berubah di daerah. Sungguh terlalu banyak hal yang terus menerus berseliweran di sekitar alam sadar publik. Apakah ini akan menjadi arsip penting di kemudian hari atau hanya akan menjadi penanda waktu saja dalam lini masa media sosial.
Orang-orang berubah, sibuk ke sana sini, tujuan dan pencapaian saling berkejaran sebagai fase waktu yang kerap secara emosional membabi-buta ingin ditundukkan oleh manusia. Setahun terakhir menandai begitu banyak hal yang belum selesai meski kita telah menuntaskan beragam hal pada sisi kehidupan ini.
Sepanjang tahun, dan tahun sebelumnya saya selalu mengamati mengenai secara khusus perkembangan dunia menulis. Makin maju sebuah daerah akan selalu ditandai kian berkualitasnya narasi yang dilahirkan. Itu dapat dilihat melalui berapa jumlah buku yang diterbitkan, berapa banyak anak-anak muda yang melirik dunia menulis atau dunia kreatif yang memerlukan daya saing tinggi.
Kita juga dapat menilainya dari mutu percakapan atau status yang menyembul setiap hari di media sosial. Promosi produk seperti tanaman merambat terus tumbuh walau tak pernah dipupuk, komentar atau pujian pun memperkenalkan sikap lain dari cara berkomunikasi. Ini disadari atau tidak, tapi telah menjadi kajian sejumlah pakar.
Makin ke sini, kian majulah pikiran itu.
Tahun 2024 makin menipis menuju pintu 2025. Saya melihat tantangan seperti menyerbu ketidaksiapan generasi yang sebagian besar berkutat pada gawai dan laman medsos. Namun itu tetap sebanding dengan bentang peluang masa depan: potensi lapangan kerja, kemajuan AI, dan mode kolaboratif yang terus disadari. Sayangnya riset terakhir (Kompas), anak-anak muda sebagian besar kurang banyak yang mengambil inisiatif.
Ketika tahun 2025 tiba, pijakan awal memasuki fase yang banyak diprediksi akan berubah pada berbagai dimensi. Apakah perang Ukraina-Rusia akan mengubah lanskap hegemoni adidaya di dunia bakal lebih cepat. Apakah kecerdasan instan semakin tak terbendung, apakah kebiasan-kebiasan sebelumnya akan makin tak biasa lagi.
Sebagai salah satu penduduk bumi, saya akan terus berupaya menulis, membaca, merenung, dan berusaha mempelajari apapun. Diantara yang dapat dilakukan yakni berbagi pengalaman dan pengetahuan. Semoga itu dapat menjadi buntalan jariyah melewati 365 hari berikutnya. Panjang umurlah ruang itu.
Mamuju, 29 Desember 2024
Insight Mandarnesia