Penelitian arkeologi di wilayah Mamasa kembali dilanjutkan pada 2009 hingga 2013. Dari kegiatan penelitian tersebut diperoleh gambaran mengenai potensi beberapa situs hunian yang tersebar di Mamasa yang membuktikan sebagai wilayah yang dihuni oleh manusia ribuan tahun lalu (Bernadeta AKW, dkk,2013).

,

Dengarkanlah kalindaqdaq, pakkacaping, atau passayang-sayang. Semuanya suara yang mengalirkan kata; kata dari hati dan jiwa. Karena itulah tidak ada huruf Mandar. Ketika Anda berjanji, tanpa tulisan pun sudah cukuplah Anda dipercaya.

,

Laporan: Wahyudi POLEWALI, mandarnesia.com – Perhelatan Saeyyang atau Saiyang Pattuqduq tentu memberikan respons yang beragam berbagai pihak. Pembaca tentu akan menemukan semua