UGM Buka Jalan Kuliah untuk Anak Sulbar: KAGAMA Dilantik, Beasiswa Afirmasi Resmi Dimulai

oleh
oleh

MANDARNESIA.COM, Mamuju — Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) resmi melantik 47 pengurus Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2025–2030 di Hotel Grand d’Maleo, Mamuju, Sabtu (17/1). Pelantikan ini dirangkaikan dengan penguatan kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada (UGM), KAGAMA, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum PP KAGAMA, Prof. Anwar Sanusi, Ph.D., dan dihadiri Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulbar Rachmat, S.E., M.Si., Ketua Pengda KAGAMA Sulbar Abdul Wahab, serta jajaran alumni UGM di Sulbar.

Ketua Pengda KAGAMA Sulbar Abdul Wahab menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal penguatan peran KAGAMA sebagai kekuatan intelektual daerah.

“KAGAMA Sulbar harus hadir sebagai mitra profesional pemerintah dan masyarakat, berkontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia sesuai semangat kerakyatan dan kebangsaan UGM,” ujar Abdul Wahab.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia, dalam kunjungan perdananya ke Mamuju, menekankan pentingnya sinergi universitas, alumni, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan tinggi. Ia memperkenalkan program afirmasi jalur Pre-University yang membuka peluang bagi pelajar potensial dari daerah 3T, termasuk Sulbar, untuk melanjutkan studi di UGM melalui mekanisme seleksi khusus non-tes.

“Melalui skema afirmasi ini, kami berharap semakin banyak putra-putri Sulbar mengakses pendidikan tinggi di UGM. Fokuskan pilihan bidang studi pada sektor strategis daerah, seperti pertanian, perikanan, dan pengembangan sumber daya lokal,” kata Ova Emilia.

Asisten II Pemprov Sulbar Rachmat, yang mewakili Gubernur Sulbar Dr. Suhardi Duka, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kiprah KAGAMA Sulbar dan kolaborasi dengan UGM.

“Keberhasilan daerah sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Kami menyambut baik kolaborasi ini untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM Sulawesi Barat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Prof. Anwar Sanusi menekankan pentingnya etos kerja, jejaring, dan semangat pengabdian alumni UGM. Nilai “guyub, rukun, dan migunani” harus diwujudkan dalam peran konkret di birokrasi, industri, maupun masyarakat.

“KAGAMA bukan sekadar ikatan alumni, tetapi keluarga besar yang saling menguatkan untuk membangun daerah dan negeri,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu malam (17/1). MoU tersebut mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM sebagai landasan kolaborasi jangka panjang.

Gubernur Sulbar Dr. Suhardi Duka menyebut MoU ini sebagai momentum bersejarah bagi masa depan pendidikan Sulbar, khususnya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.

“Dengan MoU ini, peluang anak-anak Sulawesi Barat untuk masuk Universitas Gadjah Mada semakin terbuka. Ini langkah strategis menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama agar Sulbar tidak tertinggal,” ujar Suhardi Duka.

Ia menegaskan, meski Sulbar memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga pertambangan, tantangan utama masih terletak pada kualitas SDM. Karena itu, Pemprov Sulbar menyiapkan skema beasiswa afirmasi agar lulusan terbaik SMA di Sulbar dapat melanjutkan studi ke UGM dengan dukungan penuh pemerintah daerah.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov Sulbar dan menegaskan komitmen UGM sebagai “induk pendidikan” untuk mencerdaskan bangsa di seluruh penjuru Indonesia.

“Kolaborasi dibangun atas dasar saling percaya. Melalui kerja sama ini, UGM siap membantu menyusun peta jalan pengembangan SDM Sulbar, khususnya di sektor pertanian, melalui jalur afirmasi dan penerapan inovasi teknologi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung peran UGM yang selama ini telah hadir di Sulbar melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), termasuk di wilayah kepulauan, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Harian Pengda KAGAMA Sulbar Firman Juang optimistis sinergi antara UGM, Pemprov Sulbar, dan alumni akan memberikan dampak nyata dalam waktu dekat.

“Semakin cepat kolaborasi ini berjalan, semakin cepat pula generasi muda Sulbar maju. Ini langkah strategis meningkatkan IPM dan mewujudkan Sulbar yang maju dan sejahtera,” tutupnya. (Rls/WM)