Suara Generasi Z di Pemilu 2024

oleh

Reporter: Sudirman Syarif

MANDARNESIA.COM, Mamuju — Selvia Virginia Elma dan Hayyat Muta Al Wahid menjadi tamu Podcast KPU Sulbar Election Week 2022. Dua pemilih pemula di Pemilu Tahun 2024 mendatang ini, bersuara dalam obrolan yang dipandu host Andi Tenri Wulan.

Virginia merupakan pelajar, saat ini duduk di bangku kelas 11. Satu tingkat lebih junior di bawah rekannya, Hayyat Muta Al Wahid yang duduk di bangku kelas 12 SMA.

Hayyat memiliki cerita tersendiri dalam Pemilu Tahun 2019. Ini berawal dari perbedaan pilihan antara nenek dan ibunya. “Sempat selisih paham antara keduanya. Nanti mereda sejam setelah pemilihan, karena ada kakek di situ yang menenangkan,” kenang Hayyat dalam podcast yang digelar di teras SMAN 1 Mamuju, Rabu (16/11/2022).

Berbeda dengan Virginia, pelajar berambut panjang ini mengingat cerita lucu dalam proses pemilihan.

“Saya lupa tahunnya. Namun saat kotak suara mau dibawa, karena saya tinggal di desa, kepala desa kami marah, karena orang yang dipilihnya tidak menang, jadi marah kepada masyarakat.”

Akibat kemarahan itu, kepala desa kemudian menolak untuk meminjamkan mobil yang akan mengangkut kotak suara.

Selvi menekankan isu penting dalam pembangunan demokrasi di Sulbar, yaitu politik uang. Menurutnya, banyak calon yang bermain politik uang, dan bukan hanya calon itu saja, oknum di masyarakat juga menjadi penerima.

Namun menurutnya, tidak bisa dipungkiri, untuk masyarakat yang memiliki ekonomi di bawah rata-rata. “Saya ingin mencari tahu cara untuk mengurangi hal tersebut.”

Ia berpendapat, mengapa generasi muda penting untuk menolak politik uang, sebab bisa saja calon tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin atau wakil rakyat, dengan money politik bahkan orang yang tidak berpendidikan bisa menjadi pemimpin.

“Teman-teman sekalian, kita tahu kalau peran kita sangat besar untuk negara ini, siapa lagi yang bisa berperan membangun negara, kalau bukan para generasi muda.
Jadi mari kita memahami tentang dampak buruk money politik dan meminimalisirnya.” Seru Virginia.

Tugas generasi muda, katanya, membuat konten edukasi yang memberikan pemahaman kepada masyarakat luas. Tentang dampak money politik dan pemahaman-pemahaman lain yang perlu diketahui, dan pentingnya untuk berpartisipasi dalam Pemilu.

Hayyat menjelaskan, pemimpin harus tegas, bisa mempertahankan kata-katanya, bisa mendengar suara rakyat dan yang terpenting memiliki kerja nyata.

Kedua pelajar ini berharap, semoga Pemilu berjalan dengan lancar dan money politik diminimalisir, agar bisa menciptakan pemimpin yang benar-benar dibutuhkan negara. Bisa menyejahterakan rakyat dan terlaksananya pemilihan secara jujur dan adil.

“Harapan saya untuk teman-teman jangan golput,” pesan Hayyat. (Rilis Hupmas/WM)